10 Peternak Palestina Dilatih di Indonesia, Kementan Apresiasi

JawaPos.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi terhadap peserta pelatihan dari Palestina yang telah belajar teknologi Inseminasi Buatan (IB) di Indonesia. Pelatihan dimulai 5-25 Februari di Malang, Jawa Timur.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita menyampaikan bahwa Ditjen PKH Kementan melalui Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari telah memberikan pelatihan IB bagi 10 peserta asal Palestina.

Pelatihan tersebut mengangkat tema “Sustainable Fish Farming Through The Adoption of Artificial Insemination Technolgy”.

“BBIB Singosari di sini satu-satunya Balai Besar di Indonesia yang berhasil memproduksi semen beku pada ikan,” ungkap Ketut melalui siaran tertulisnya, Senin (25/2).

Menurutnya, meski secara tupoksi lebih ke peternakan, namun BBIB Singosari telah mampu memproduksi semen beku ikan yang selama ini berkolaborasi dengan Balai Benih Ikan Punten di Jawa Timur. Tujuannya untuk menyelamatkan plasma nutfah ikan emas lokal.

“Selain itu, BBIB Singosari juga telah bekerjasama dengan Balai Budidaya Kerapu di Gondol Provinsi Bali dan asosiasi ikan hias untuk memproduksi semen beku jenis ikan lainnya,” jelas Ketut.

Lebih lanjut Ketut menyampaikan apresiasi kepada pihak JICA yang telah memberikan dukungan pendanaan dalam kegiatan training ini, serta kepada BBIB Singosari yang sudah memberikan pelatihan secara komprehensif.

“Para peserta kita harapkan dapat mengaplikasikan IB di negaranya”, kata I Ketut Diarmita. ”Kami sangat siap bekerjasama dengan Palestina,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketut juga menyampaikan bahwa keberhasilan teknologi IB di Indonesia terbukti dengan tercapainya swasembada semen beku pada tahun 2012, kemudian di tahun 2013, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada Bull (pejantan unggul).

“Indonesia juga memiliki teknologi sexing semen beku yang dapat menentukan jenis kelamin kelahiran ternak sesuai dengan kebutuhan peternak”, ungkap Ketut.

Selanjutnya sejak tahun 2005 Indonesia telah mampu melakukan ekspor semen beku ke beberapa negara seperti Malaysia, Kamboja, Myanmar, Timor Leste and Kyrgyzstan, Madagaskar dan Afganistan.

Dipercaya Internasional

Ketut memaparkan bahwa BBIB Singosari sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Ditjen PKH telah diakui dan dipercaya oleh organisasi Internasional untuk menyelenggarakan training teknologi IB.

Ia mengungkapkan bahwa sampai saat ini BBIB Singosari telah melatih peserta dari 22 negara selain Palestina. Di antaranya Afganistan, Bangladesh, Filipina, Fiji, India, Kamboja, Kenya, Laos, Malaysia, Myanmar, Mongolia, Kyrgyztan, Kazakhstan, Papua Nugini, Sudan Thailand, Srilanka Timor Leste, Yaman, dan Zimbabwe.

Perwakilan JICA, Dinur Krismasari menyampaikan, pihaknya sangat senang dapat berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk mengadakan pelatihan IB bagi peserta Palestina ini.

“Kerjasama ini membuktikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemampuannya, baik pengetahuan maupun penguasaan teknologi untuk dibagi ke negara lainnya,” pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta