Permintaan Tinggi, Rumah Tipe Kecil Tetap Jadi Incaran Pencari Rumah

JawaPos.com – Rumah tipe kecil tercatat memberikan keuntungan terbaik dibanding rumah tipe sedang atau tipe besar. Data House Price Index Bank BTN mencatat indeks harga rumah tipe kecil (tipe 21-36) sejak Januari 2014 mencapai indeks tertinggi yaitu 167,74, jauh meninggalkan tipe 45 dan 70 yang masing-masing mencatatkan HPI sebesar 143,97 dan 141,20.

“Ini menggambarkan bahwa permintaan untuk rumah kecil lebih tinggi dibandingkan tipe rumah yang lebih luas. Kemungkinan ini juga terkait dengan daya beli masyarakat dan permintaan dari masyarakat kelas menengah ke bawah,” kata Dirut BTN Maryono saat diskusi peluncuran BTN House Price Index di Jakarta, Kamis (13/9).

Maryono menyebutkan pertumbuhan permintaan hunian dan pengembangan kawasan hunian yang semakin pesat mendorong PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merilis indeks harga rumah atau House Price Index untuk dijadikan acuan bagi para stakeholder di bidang properti dalam berinvestasi.

Ia menjelaskan BTN House Price Index adalah indeks yang memaparkan perubahan harga rumah yang dibeli oleh konsumen. Berbeda dengan Indeks yang dipaparkan oleh institusi lain, House Price Index atau HPI yang diracik tim riset Housing Finance Center (HFC) Bank BTN memberikan gambaran tren pertumbuhan harga rumah yang lebih akurat dengan metode matched sales menggunakan data penyaluran KPR Bank BTN di seluruh wilayah di Indonesia.

“Kami menyajikan HPI yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan agar Pemerintah dapat memanfaatkannya untuk meramu kebijakan di sektor properti ke depan,” kata Maryono.

HPI, lanjutnya, juga bisa dimanfaatkan perbankan untuk menambah informasi terkait penyaluran KPR, sementara konsumen bisa mendapatkan informasi yang valid mengenai harga rumah.

Maryono menjelaskan, guna menghasilkan HPI yang akurat, HFC BTN melakukan tiga penyempurnaan dari indeks yang pernah dirilis HFC tahun 2015 lalu.

Diantaranya, memodifikasi metode perhitungan indeks, dari sebelumnya chained fisher menjadi matched sales, metode ini sesuai dengan karakteristik data KPR yang dimiliki Bank BTN.

Data yang diambil lebih komprehensif, tidak sekadar penjualan rumah semata tapi juga melihat karakteristik rumah seperti luas, kualitas bangunan, posisi dan fasilitas umum dan sosial di lingkungan rumah.

Ketiga, cara pengolahan data yang memperhitungkan data penjualan rumah dengan memperhitungkan pertumbuhan nilai rumah dengan membandingkan harga dua atau lebih rumah yang berbeda namun memiliki karakteristik dan kualitas yang sama.

“Hasilnya BTN HPI memperlihatkan tren pertumbuhan harga rumah yang secara gradual terus naik dengan menghitung pertumbuhan harga rumah dengan kualitas tinggi maupun kualitas rendah,” pungkas Maryono.

(ask/JPC)