Once Mekel Nyaris Menjadi Korban Bencana Sulawesi Tengah

JawaPos.com – Mantan vokalis Dewa 19, Once Mekel, teringat akan pengalamannya bencana gempa di Manado, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikannya saat mengisi acara Gitaris Indonesia Peduli Negeri di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Barat, belum lama ini. Usai tampil dalam acara penggalangan dana untuk korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah itu, Once menceritakan bahwa gempa di Sulawesi sudah menjadi hal lumrah bagi masyarakat di sana.

“Tapi memang di Sulawesi itu, saya waktu kecil, pas masih balita kan tinggal di Manado, dan di sana istilah gempa bumi itu orang sana bilang tanah goyang, di sana sering (gempa), sehingga itu jadi sesuatu yang biasa,” kata Once.

Pelantun ‘Dealova’ itu bahkan pernah memiliki pengalaman tak mengenakan soal gempa Sulawesi. Ia pernah terjatuh dari tangga karena gempa. Beruntung, ia tak mengalami trauma.

“Saya pernah jatuh dari tangga karena gempa gitu pas kecil, nggak trauma sih untungnya, dan memang frekuensi gempanya sering ketimbang di Jawa,” lanjutnya.

Pada gempa yang menimpa Sulawesi Tengah pertama kali tanggal 28 September lalu, Once dan band-nya sebetulnya tengah bersiap bertolak ke Palu untuk memenuhi undangan konser di salah satu hotel di sana.

“Kebetulan tanggal 29 kemarin saya harusnya main juga di Palu, dan itu sudah direncanakan begitu lama, saya ada jadwal untuk main di sebuah hotel tanggal 29 (September), kemudian dapat kabar 29 pagi bahwa kami tidak bisa pergi ke Palu karena kejadian ini,” paparnya.

Once merasa beruntung karena Tsunami dan gempa itu terjadi sehari sebelumnya sehingga ia dan rekan-rekan band-nya tidak menjadi korban gempa berkekuatan 7,7 skala richter itu. Namun bukan berarti iia tak menyesalkan kejadian tersebut.

“Saya bersyukur nggak sempat ke sana sehari sebelumnya ya, kalau berangkat saya terperangkap di sana. Sekalipun saya bersyukur bisa terhindar dari ini, saya paham dan sedih bagaimana orang yang dicintai jadi korban, banyak fasilitas hancur, rumah, kita sebagai bangsa Indonesia harus menunjukan sikap di saat-saat ini,” tutupnya.

(yln/JPC)