Menyesal, Roro Fitria Bawa Tanah dari Makam Sang Ibu Saat Persidangan

JawaPos.com – Meskipun masih dirundung duka karena ibunya meninggal, Roro Fitria tetap menghadiri sidang kasus penyalahgunaan narkoba yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (17/10).

Roro Fitria tiba di gedung PN Jakarta Selatan pukul 13.20 WIB. Mengenakan kemeja putih dan kerudung hitam, Roro datang dengan kondisi mata yang sudah berlinang air mata.

“Pada hari ini, saya sidang tanpa mama,” ujar Roro sambil menangis.

Roro Fitria Membawa Tanah Dari Makam Sang Ibu Saat PersidanganIbunda Roro Fitria selalu berada di samping Roro ketika dia pingsan usai mendengar tuntutan 5 tahun penjara. (Yuliani NN/JawaPos.com)

Kemudian, Roro tidak kuasa menahan air matanya saat ditanya oleh awak media tentang perasaannya sidang pertama kali tanpa kehadiran sosok ibunda tercinta. Pasalnya, semasa hidupnya, almarhumah Hj. Retno Winingsih selalu mendampingi Roro di persidangan.

“Saya masih sangat berduka, sangat belasungkawa makanya ini rasa hormat saya ke mama. Saat ini, saya menggunakan hijab karena masih amat sangat berduka,” lanjut Roro.

Saat sang ibu dimakamkan, Roro memang tidak sempat melihat untuk terakhir kalinya. Sebab, sesampainya di Jogjakarta, jenazah sang ibu sudah selesai disemayamkan. Oleh karena itu, Roro membawa tanah dan bunga dari makam sang ibu.

“Saya sedih karena tidak dapat mendampingi di detik-detik mama. Waktu wafat, saya bertanya kepada Mbak Tina yang kuasa hukum perempuan dan juga asisten rumah tangga saya, di mana mama selalu memanggil-manggil nama saya, ‘Mbak Roro mana, Mbak Roro mana’ gitu dan sampai sekarang pun tanah pusara dan bunga mama selalu saya bawa ke mana-mana. Supaya support soul atau ruhnya selalu mendampingi saya karena saya butuh itu,” ungkap Roro.

Sebagaimana diketahui, ibu dari Roro Fitria meninggal pada Senin (15/10) pukul 06.30 WIB, di Rumah Sakit Fatmawati karena sakit yang telah lama diidapnya. Kemudian, Roro sempat diizinkan oleh pihak kejaksaan untuk ikut memakamkan sang ibunda tercinta di Jogjakarta.

(ce1/agi/JPC)