Gaya Nicholas Saputra dan Oka Antara di karpet merah TIFF

Roppongi, Tokyo (ANTARA News) – Dua aktor Indonesia, Nicholas Saputra dan Oka Antara, melenggang di red carpet Festival Film Tokyo (Tokyo International Film Festival/TIFF) ke-31 di Roppongi, Tokyo, Kamis malam.

Keduanya hadir bersama Agni Pratistha dan Edwin sebagai sutradara  “Variable No.3”, bagian dalam antologi (omnibus) “Asian Three-Fold Mirror 2018: Journey” yang tayang di TIFF 2018, sebelum dirilis pada 9-15 November pada tiga bioskop di Jepang.

Niko, sapaan Nicholas Saputra, hadir mengenakan setelan jas serba hitam dengan dasi kupu-kupu melingkar di lehernya. Sambil digandeng Agni Pratistha, ia berjalan melintasi karpet merah secara perlahan.

Sebelum naik panggung, pemeran Rangga “Ada Apa Dengan Cinta” itu sempat berbincang dengan Agni. Namun saat di atas dan meninggalkan panggung, ia hanya sesekali melontarkan senyum kepada wartawan, sambil beberapa kali menoleh kepada Edwin atau ke layar besar yang ada di sisi kanan panggung.
 
Baca juga: Ralph Fiennes hingga Chibi Maruko Chan melenggang di karpet merah TIFF
  (kiri-kanan) Edwin, Oka Antara, Agni Pratistha, Nicholas Saputra, bersama rombongan “Asian Three-Fold Mirror 2018: Journey” di karpet merah TIFF 2018, Tokyo, Kamis (25/10). (ANTARA News/Alviansyah P)

Lain halnya dengan Oka Antara yang mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih yang membuatnya terlihat lebih formal. Ia berjalan di belakang Niko dan Agni, namun di depan Edwin yang melangkah lebih santai.

Ia juga tidak melontarkan kata-kata, namun matanya kerap mengamati barisan wartawan atau penonton, sambil sesekali menengok ke layar besar.

Saat menuruni panggung, Oka berjalan sendirian meninggalkan Edwin yang sempat memberikan kata sambutan.

“Halo semuanya. Saya membawa cast dari film saya, ada Oka Antara, Agni, dan Nicholas Saputra, yang menjadi bagian dalam omnibus ‘Three-Fold Mirror’. Kami di sini untuk screening film kedua ini besok,” kata Edwin, sebelum mereka meninggalkan panggung, Kamis.

Proyek “Triple-Fold Mirror Asia” merupakan penyatuan karya dari tiga sutradara negara-negara Asia.

Film seri kedua ini mewakili karya Degena Yun (China), Daishi Matsunaga (Jepang) dan Edwin (Indonesia), dan menyoroti tema “Journey,” dengan tiga episode yang menggambarkan karakter kehidupan saat melakukan perjalanan di Jepang, Myanmar, dan China.

Baca juga: Agni dan Annisa Hertami berbalut batik di karpet merah TIFF

Baca juga: “A Star Is Born” buka pesta pemutaran 200 film TIFF 2018
 

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018