Ulang tahun Godzilla ke-65 tutup Festival Film Tokyo 2018

Jakarta (ANTARA News) – Festival Film Tokyo (TIFF) ke-31 2018 yang dibuka sejak 25 Oktober resmi ditutup hari ini, ditandai pemutaran “Godzilla: Planet Eater”, sekaligus perayaan ulang tahun ke-65 tokoh monster Jepang yang debut pada 3 November 1954.

Godzilla bukan sekadar film penutup, melainkan dijadikan sebuah festival yang digelar di ujung jalan di Hibiya Step Square, sebagai salah satu karakter monster paling legendaris di Jepang.

Film itu akan beredar di bioskop Jepang mulai 9 November, menceritakan kelompok manusia yang terpaksa meninggalkan bumi setelah dikuasai Godzilla dan monster lainnya. Mereka kembali dari luar angkasa dan berupaya merebut kembali planet ini.

Baca juga: Bedanya bikin kartun anak dan dewasa, menurut animator Shin-chan

“Godzilla: Planet Eater” juga menyuguhkan pertikaian, perebutan kekuasaan, hingga fanatisme pada kepercayaan yang justru menghancurkan segala yang tersisa di bumi.

Haruo Sakaki, sebagai tokoh utama dengan pengisi suara Mamoru Miyano, berperan sebagai sosok yang harus mengalahkan rasa takut dan mengendalikan emosinya demi menyelamatkan bumi.

“Ini adalah film yang akan menjawab semua pertanyaan yang muncul dari dua bagian pertama,” kata Miyano dilansir dari laman TIFF, Sabtu.

Baca juga: “Asian Triple Fold Mirror 2018: Journey”, bukan sekadar perjalanan

Festival seni dan hiburan
 
TIFF 2018 berupaya menghadirkan festival film yang penuh dengan seni dan hiburan, sekaligus ingin menggaet penonton dari kalangan muda dengan hadirnya film-film animasi, musikal, hingga sinema yang dibuat aktor dan sutradara terkenal Ralph Fiennes.

Direktur Festival TIFF Takeo Hisamatsu mengatakan selama sembilan hari kegiatan, mereka ingin menyuguhkan hiburan yang menyenangkan untuk keluarga serta menyediakan arena yang bisa mempertemukan pencinta dengan pembuat film.

Baca juga: Cara Festival Film Tokyo menggaet penonton kalangan muda

Adapun Duta TIFF Mayu Matsuoka yang melenggang di karpet merah pada hari pembukaan bersama Ralph Fiennes, mengaku terkesan bisa bertemu sutradara anime Masaaki Yuasa, Ralph Fiennes dan berjabat tangan dengan sosok Godzilla.
 
“Saya ingin bekerja keras agar menjadi bagian dari komunitas film dan kembali ke TIFF setiap tahun,” kata Mayu Matsuoka.

Baca juga: Keroncong hingga hip-hop, peran musik dalam film Asia Tenggara

Antara yang hadir pada lima hari pertama TIFF di Roppongi Hills Tokyo, menyaksikan para sineas dari berbagai negara melenggang di atas karpet merah dengan sorot kamera, termasuk enam dari Indonesia, Nicholas Saputra, Oka Antara, Agni Pratistha, Edwin, Garin Nugroho dan Annisa Hertami.

Sederet pembuat dan pemain film dari Jepang juga menjadi bintang dalam acara pembukaan yang digelar Kamis (25/10), yang puncaknya adalah kehadiran Ralph Fienes bersama Mayu Matsuoka.

Baca juga: Cinta berakhir lara dalam “House Where the Mermaid Sleeps”

Festival dibuka dengan pemutaran “A Star Is Born”, diikuti debut sejumlah film antara lain “The House Where the Mermaid Sleeps”, “Amanogawa, “My Train Diary”, “Fahrenheit 11/9”, “The Travelling Cat Chronicles”, “The Man Who Invented Christmas”, kemudian ditutup “Godzilla: The Planet Eater.”

Film Prancis “Amanda” menyabet gelar Tokyo Grand Prix TIFF 2018, sebagai yang terbaik dalam sesi kompetisi yang melibatkan 16 film. Film Denmark garapan Michael Noer, “Before the Frost” mendapatkan gelar Special Jury Prize, dan kisah penari Rusia, Rudolf Nureyev, yang difilmkan Ralph Fiennes melalui “The White Crow” mendapatkan predikat Best Artistic Contribution.

Secara total, TIFF menayangkan 181 film yang disaksikan 62.125 orang, sedangkan tahun lalu memutar 231 film dengan 63.679 penonton.

Baca juga: Ralph Fiennes hingga Chibi Maruko Chan melenggang di karpet merah TIFF

Baca juga: Ralph Fiennes berharap festival film jadi pesta ide kreatif

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018