Cerita pengalaman pertama Daniel Mananta main film

Jakarta (ANTARA News) – Daniel Mananta mengaku sempat merasa beban saat bermain dalam film “A Man Called Ahok”. Sebab, ini adalah pengalaman pertamanya dalam berakting.

Dalam film tersebut, Daniel langsung berperan menjadi bintang utama yakni sebagai Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama. Tentu ini bukan hal yang mudah baginya, sebab di antara semua pemain, hanya Daniel yang baru sebagai aktor.

Gue sebenarnya enggak pede banget ketika hari pertama reading, gue baca skripnya dan jujur gue lihat peran ini cukup berat, berat banget. Gue mungkin hebat sebagai presenter tapi untuk film seframe sama Denny Sumargo, Donny Damara, Ferry Salim,  Chew Kin Wah, mereka aktor-aktor hebat,” ujar Daniel saat berbincang usai pemutaran perdana film “A Man Called Ahok” di Jakarta, Senin.

Gue bersyukur banget ternyata dengan direction dari Pak Tuta (Putrama Tuta), sutradaranya itu bisa membuat gue jadi mirip pak Ahok, karena dia ambil angle yang tepat, emosi pak Ahok dari scene sebelumnya dan sesudahnya diarahin banget sama beliau. Gue bersyukur banget sebagai seorang aktor baru dapet arahan dari pak Tuta, itu sesuatu pelajaran luar biasa,” lanjut Daniel.

Daniel mengaku sangat puas melihat hasil dari kerja kerasnya. Ia mengatakan benar-benar dibantu oleh para pemain yang telah lebih dulu berkecimpung di dunia akting.

“Ini kan film pertama gue dan dari semua cast, gue lihatnya mereka itu mainnya bagus semua. Semua keren dan gue terpukau sama cutting dan editing yang pak Tuta buat. Emosi kita tergerak banget, pas banget aja,” kata mantan VJ MTV itu.

Film “A Man Called Ahok” merupakan sebuah drama keluarga yang bercerita tentang hubungan antara Ahok dan ayahnya. Meski berkesan bahwa ini adalah film tentang biografi Ahok namun tidak ada unsur politik sama sekali seperti yang diduga masyarakat.

Daniel juga mengaku selama ia mempromosikan film tersebut, memang ada warga net yang berkomentar miring. Namun, menurutnya semua masih dalam keadaan wajar dan tidak ada yang menghujatnya.
 
“Enggak ada yang signifikan. Komen julid ada, sebelum gue jadi Ahok pun ada. Tapi, Gue enggak akan bertahan 15 tahun kalau dengerin itu terus. Tapi enggak ada yang intens sih,” jelas Daniel.

Baca juga: Pakai body suit biar gemuk, Daniel Mananta dimarahi Ahok

Baca juga: Daniel Mananta belajar bersuara serak seperti Ahok

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018