ACT Kirim 20 Truk Bantuan Ke Korban Tsunami Selat Sunda

JawaPos.com – Upaya penanganan tanggap darurat untuk korban tsunami Selat Sunda terus dikerahkan. Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut ambil bagian dalam hal itu. ACT melakukan pengiriman 20 truk berisi bantuan pangan dan logistik untuk para korban.

Truk bantuan tersebut diberangkatkan dari gudang Humanity Distribution Center (HDC) di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (26/12). Manajer Umum Komunikasi ACT, Lukman Aziz mengatakan, bantuan pangan dan logistik dikirimkan menuju dua kabupaten yang terkena dampak tsunami terparah, yakni Pandeglang dan Lampung Selatan.

“Masing-masing 10 truk bantuan kami berangkatkan ke Pandeglang dan Lampung Selatan. Kebutuhan pangan ini mendesak, jadi kami upayakan pengiriman pangan dan logistik sesegera mungkin, dibarengi dengan evakuasi, layanan medis, dan aktivitas dapur umum yang terus berlangsung sampai sekarang,” kata Lukman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/12).

Lukman menuturkan, pengiriman pangan dan logistik ini akan terus berlanjut dari berbagai daerah di Indonesia, utamanya Jawa dan Sumatera. Selain mengirimkan pangan dan logistik, sejumlah program pemulihan juga segera diinisiasi.

“ACT berencana membangun hunian dan ACT Humanity Store untuk penyintas tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan. Sementara untuk pemulihan ekonomi, kami menggulirkan program pemberian 100 kapal nelayan untuk warga terdampak yang berprofesi sebagai nelayan. Tidak hanya itu, bekerja sama dengan Global Wakaf, kami juga berikhtiar untuk mendirikan Warung Wakaf di sejumlah titik terdampak,” jelasnya.

Di sisi lain, hingga Rabu (26/12), proses evakuasi, layanan medis, dan pendistribusian bantuan pangan di lokasi terdampak tsunami terus dikerahkan. Untuk mempercepat penanganan tanggap darurat, ACT mendirikan sejumlah posko kemanusiaan dan dapur umum di Pandeglang dan Lampung Selatan.

Di Pandeglang, ACT telah mendirikan 4 posko kemanusiaan dan dapur umum. Keempat posko tersebut di antaranya Posko Induk dan Dapur Umum di Kecamatan Labuan, Posko Wilayah Sumur, Posko Wilayah Panimbang dan Tanjung Lesung, dan Posko Wilayah Anyer.

Sementara di Lampung Selatan, posko kemanusiaan dan dapur umum telah aktif di tiga wilayah, di antaranya Way Muli, Way Panas, dan Dermaga Bom. “Hari ini akan diaktivasi juga dua posko dan dua dapur umum lainnya di daerah Kunjir dan Sukaraja,” sambung Sutaryo dari Tim Emergency Response ACT untuk wilayah Lampung Selatan.

Editor      : Kuswandi
Reporter : (sat/JPC)