Ancaman Harga Jatuh Intai Petani, Pemerintah Siapkan 7 Strategi Sergap

JawaPos.com – Ancaman harga jatuh kerap mengintai para petani ketika terjadi panen raya. Misalnya saja pada periode Januari hingga Maret ini.

Berdasar data Kementerian Pertanian, selama periode itu, produksi gabah kering giling diprediksi mencapai 24 juta ton. Berkaca dari hal tersebut, Badan Ketahanan Pangan (BKP) bersama Bulog akan mengoptimalkan serapan gabah dari petani (sergap).

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi mengatakan, kegiatan sergap sangat penting dalam melindungi petani dari harga jatuh dan meningkatkan cadangan pangan pemerintah. Untuk itu Kementan bersama stakeholder terkait akan mengoptimalkan serapan gabah ke petani.

“Produksi gabah kering giling (GKG) bulan Januari diperkirakan mencapai 4,31 juta ton, bulan Februari 7,87 juta ton, dan Maret 12,74 juta ton. Kita tahu di bulan-bulan seperti ini harga gabah akan jatuh, oleh sebab itu pemerintah memastikan hadir di tengah-tengah petani untuk membeli hasil produksi mereka dengan harga yang pantas,” jelas Agung dalam Rapat Koordinasi Serapan Gabah (Sergap) Petani di Kantor Divisi Regional Perum BULOG Jawa Timur, Surabaya, Selasa (22/01).

Agung menambahkan bahwa Jawa Timur merupakan andalan sentra produksi padi. Di Provinsi ini potensi produksi setara beras bulan Januari hingga Maret mencapai 2,3 juta ton. Jika dikurangi kebutuhan konsumsi, masih surplus 1,6 juta ton.

“Dari 1,6 juta ton itu kita targetkan 279 ribu ton dapat diserap oleh Bulog,” imbuh Agung.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistiyo menyampaikan harga di tingkat produsen saat ini menunjukkan tren menurun karena memasuki panen Sub Round-1 .

“Harga GKP kemarin Rp 5.033/kg, namun di sentra-sentra produksi harga turun. Momentum ini harus kita ambil agar Sergap tercapai,” tegas Hadi.

Dalam kesempatan tersebut, Bulog yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah menyatakan kesanggupannya untuk membeli gabah dari petani dengan harga yang disepakati.

“Bulog sudah siap, kami sudah instruksikan ke semua sub divre di Jatim untuk membeli gabah dari petani sehingga target Sergap tercapai,” Jelas Kepala Divre Bulog Jawa Timur, Muhammad Hasyim

7 Strategi

Agung mengungkapkan ada 7 strategi yang dilakukan Kementan-Bulog dalam percepatan Serapan Gabah di tahun 2019.

Pertama, meningkatkan integritas pelaksana, Kedua, peningkatan customer service melalui sistem jemput bola, pemetaan informasi panen, dan gudang Bulog akan buka meski hari libur.

Ketiga mempermudah kerjasama Po dengan petani. Keempat, peningkatan kesiapan anggaran pembelian gabah/beras. Kelima, pembentukan Satker Divre/Sub-Divre. Keenam, penambahan gudang operasional dilebih seribu unit, dan ketujuh, penyiapan lebih dari 60 unit pengolahan gabah/beras.

Agung yakin strategi tersebut akan efektif, sehingga target Sergap dan upaya perlindungan kepada petani terwujud.”Saya lihat yang hadir disini semangat semua, sehingga saya sangat yakin kita pasti bisa,” pungkas Agung.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta