Angka Stunting Tinggi, Kalteng Beri Makanan Tambahan untuk Ibu-Anak

JawaPos.com – Kalimantan Tengah (Kalteng) menduduki peringkat keempat terburuk kasus stunting se-Indonesia. Hal ini menjadi permasalahan penting dan menjadi fokus program Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng meski sebenarnya angka ini turun dari 40 menjadi 34 persen.

Kepala Dinkes Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan saat ini yang menjadi fokus perhatian penanganan terkait stunting yakni Kabupaten Barito Timur (Bartim). Meski pada dasarnya di Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur (Kotim) juga tercatat sebagai kasus stunting tertinggi.

“Tapi lokus program kami saat ini di Bartim, perlahan lah,” jelasnya seperti dikutip KaltengPos.co, Jumat (29/3).

Melihat tingginya kasus stunting di Kalteng pihaknya tahun ini telah menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan anak di bawah dua tahun. Dinkes Kalteng sudah menyiapkan dana sebesar Rp2 miliar yang dibantu dari dana pemerintah pusat.

“Kami sudah memprogramkan pemberian PMT dan melakukan intervensi penekanan stunting ini pada 1000 hari pertama kehidupan,” imbuhnya.

Selain pencegahan dari Dinkes, pihaknya juga bekerja sama dengan perguruan tinggi kesehatan dan ditindaklanjuti dalam bentuk nota kesepamahaman (MoU). Tujuannya yakni melakukan pembinaan di daerah-daerah yang banyak stunting dan pembiayaannya akan dikolaborasikan antara pemprov dengan pemerintah pusat.

“Menangani hal ini kami akan libatkan kesehatan dari beberapa perguruan tinggi kesehatan untuk melakukan daerah binaan, dan akan dilibatkan mahasiswa guna pendampingan di bawah koordinasi dosen,” pungkasnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : jpg