Bela Prabowo, Sandi Singgung Utang Pemerintah ke RS Muhammadiyah

JawaPos.com – Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto dianggap telah menyebar hoax ke publik. Yaitu terkait peralatan cuci darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta yang digunakan sampai 40 pasien dalam sehari.

Cawapres 02, Sandiaga Salahuddin Uno menilai tidak ada yang salah dari pernyataan pasangannya di Pilpres 2019 itu. Menurutnya, memang sistem pelayanan kesehatan di Indonesia masih meninggalkan banyak catatan negatif. Terutama dalam pengelolaan BPJS Kesehatan.

“Kuncinya BPJS (harus dibenahi). Pengelolaan BPJS seperti kita ketahui sudah defisit belasan triliun,” ujar Sandi di kawasan Meruya, Jakarta Barat, Kamis (3/1).

Amburadulnya pengelolaan BPJS dianggap menjadi beban rumah sakit yang menerima pasien dari program pemerintah tersebut. Pasalnya tunggakannya sangat besar.

“Ini mengakibatkan misalnya rumah sakit itu tunggakan sudah sangat membeludak. (Rumah Sakit, Red) Muhammadiyah di Jawa Tengah diutangi lebih dari Rp 300 miliar,” jelas Sandi.

Akibat utang yang tak kunjung dilunasi, kata Sandi, rumah sakit akan kesulitan memenuhi pelayanan kesehatan publik. Nilai itulah yang dimaksud Prabowo ketika menyampaikan alat cuci darah di RSCM digunakan hingga 40 kali.

“Banyak sekali rumah sakit yang mengalami kesulitan, sehingga pembayaran kepada pelayanan kesehatan masyarakat baik itu dokter obat-obatan peralatan medis juga terkendala. Nah itu yang menjadi esensi yang disampaikan pak Prabowo,” kata Sandi.

Editor      : Imam Solehudin
Reporter : (sat/JPC)