Beragama adalah Tentang Spiritualitas dan Moral, Bukan Sekadar Ritual

JawaPos.com – Tantangan beragama di Indonesia semakin berat akhir-akhir ini, seiring dengan menguatnya eksklusivisme dan ekstremisme. Demikian disampaikan oleh Mahfud MD, saat diskusi bersama sejumlah tokoh agama dengan agenda soal keberagaman di Indonesia.

Menurut Mahfud, munculnya eksklusivisme dan ekstremisme seringkali dipicu oleh rasa tidak aman akibat ketidakadilan, formalisme hukum, politisasi agama, maupun cara berkebudayaan yang salah. Atas dasar itu, Mahfud mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret pengarusutamaan keberagaman.

“Agama perlu dikembalikan kepada perannya sebagai panduan spritualitas dan moral, bukan hanya pada aspek ritual. Apalagi yang bersifat ekslusif, baik pada ranah masyarakat maupun negara,” katanya Mahfud, di Jakarta, Sabtu (29/12).

Mahfud menambahkan, salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah yakni, mengurangi regulasi yang berpotensi menyuburkan eksklusivisme dan ekstremisme. Selain itu, pemerintah diminta untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang mendorong perilaku diskriminatif dalam kehidupan beragama.

“Mendorong revisi undang-undang tentang Pemberlakuan PNPS Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama sesuai dengan Putusan MK,” ungkapnya.

Selebihnya, lanjut Mahfud, pemerintah perlu mengembangkan strategi komunikasi berbangsa agar terhindar dari kegagapan menghadapi era disrupsi. Pemerintah juga diharapkan mau membangun gerakan kebudayaan untuk memperkuat akal sehat kolektif.

“Diperlukan langkah-langkah menerjemahkan materi atau muatan yang fundamental dari tokoh-tokoh agama, budayawan dan akademisi menjadi konten atau sajian yang lebih mudah dipahami generasi muda tanpa kehilangan bobot,” tuturnya.

Mahfud berharap, Kementerian Agama, bisa menyediakan ruang-ruang perjumpaan antarkelompok masyarakat. Hal itu untuk memperkuat nilai-nilai toleransi misalnya dalam bentuk dialog lintas iman, khususnya di kalangan generasi muda.

Mahfud juga meminta, tokoh-tokoh agama lebih aktif lagi dalam memandu umat untuk menjalankan agama dan keyakinannya secara terbuka yang berlandaskan nilai-nilai hakiki agama. “Itu sebagai panduan spritual dan moral sebagai sumber kreasi dan inspirasi kehidupan,” pungkasnya.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : (gwn/JPC)