Blueberry Organik Kisarazu Siap Dibudidayakan, Apa Itu?

JawaPos.com – Kunjungan delegasi Kementerian Pertanian ke Jepang Rabu lalu membawa kabar gembira. Pemerintah Kota Kisarazu, Provinsi Chiba memberikan hibah bibit blueberry dari Ezawa.

Bibit tersebut berasal dari Kebun blueberry milik Ezawa, Ketua Asosiasi Petani Blueberry Jepang. Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro serta Wali Kota Kisarazu, Yoshikuni Watanabe.

Dalam waktu dekat, Ezawa akan berkunjung ke Indonesia menyampaikan 10 varietas terbaik bibit rabit eye blueberry (Vaccinium Virgatum Aiton). Nantinya akan dibudidayakan di tiga lokasi Indonesia, yaitu Bandung, Jawa Barat, Kaliurang, Yogyakarta dan Soe, NTT.

Ezawa tidak saja datang mengantarkan hibah, melainkan juga akan mendampingi teknik budidaya kepada tiga penerima hibah. Ezawa akan menggunakan teknik budidaya organik sebagaimana yang dilakukannya selama 50 tahun terakhir di kebun miliknya.

“Nanti saya akan mengajari cara tanam dan pemeliharaan. Dalam setahun kita akan tahu, dari sepuluh varietas ini paling baik tumbuh di mana. Tentu akan berbeda-beda untuk tiga lokasi ini. Dengan begitu varietàs yang baik saja yang akan kita perbanyak,” terang Ezawa di kebunnya Mariyatsu, Kisarazu, Chiba melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (9/3).

Syukur sendiri mengapresiasi hibah yang diberikan Pemerintah Kisarazu. Dia berharap kontribusi yang diberikan mereka bisa berdampak signfikan terhadap pertanian di Tanah Air.

“Terima kasih Pak Ezawa atas kesediaannya. Demikian juga pak Wali Kota, terima kasih atas dukungan dan perkenannya Pak Ezawa membantu Indonesia mengembangkan blueberry di Indonesia,” jelas Syukur.

Syukur menjelaskan bahwa blueberry merupakan tanaman sub tropis yang dapat tumbuh baik pada lahan dengan kelembaban rendah, serta amplitudo suhu yang lebar. Oleh karena itu, pada tahap awal bibit ini akan ditanam di tiga lokasi untuk mengetahui kesesuaian dari sepuluh varietas terbaik pemberian Ezawa.

“Jenisnya ada Woodard, Bluegem, Ethel, Homebell, Brightwell, Menditoo, Gardenblue, Tifblue, Powderblue, dan Baldwin,” beber Syukur.

Syukur menambahkan kalau pihaknya akan menamainya dengan Blueberry Kisarazu. “Dan Pak Ezawa akan kami nobatkan sebagai Bapak Blueberry Indonesia. Jadi Warga Jepang kalau ke Indonesia akan menemui Kebun Blueberry Kisarazu di sana,” tambah Syukur.

Dia memaparkan, selain merupakan jenis tanaman hortikultura bernilai tinggi, blueberry mempunyai perakaran yang kuat dan cocok ditanam di daerah pegunungan atau lahan lereng guna menahan laju air.

“Oleh karena itu, ke depan blueberry ini rencananya akan dikembangkan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum untuk tujuan konservasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, blueberry dikenal sebagai buah yang bernutrisi baik untuk fungsi penglihatan, sehingga jus murni buah blueberry maupun produk olahannya dapat digunakan sebagai bahan pangan fungsional.

Mengingat nilai ekonomi tanaman dan buah blueberry tersebut, Kementan demikian antuasias menyambut rencana hibah dari Ezawa.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta