BPJS Sebut Penghentian Kerja Sama dengan RS Demi Pelayanan, Kok Bisa?

JawaPos.com – Sejumlah Rumah Sakit (RS) di Indonesia menghentikan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai 2 Januari 2019. Padahal, mulai tahun ini semua orang wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2018, pendaftaran peserta mandiri ke BPJS Kesehatan paling lambat per 1 Januari 2019. Lalu mengapa sejumlah RS justru menghentikan kerja sama dengan BPJS?

Ternyata, alasan utamanya yaitu soal akreditasi. Sejumlah RS tersebut belum memiliki sertifikat akreditasi.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, RS harus memenuhi syarat akreditasi jika ingin bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

“Artinya tahun 2019, syarat terkait akreditasi menjadi mutlak harus dipenuhi apabila bekerja sama dengan BPJS kesehatan,” tegas Iqbal kepada JawaPos.com, Rabu malam (2/1).

Dengan begitu RS yang belum mengantongi sertifikasi akreditasi harus segera mengurusnya. Akreditasi itu bukan berdasarkan atau tidak dipengaruhi oleh tipe RS seperti tipe A, B, dan C.

“(Tipe RS) tidak terpengaruh sebenarnya. Di Permenkes 71 Tahun 2013 dulu disyaratkan wajib setelah tiga tahun. Tapi, kemudian direvisi menjadi lima tahun pada Permenkes 99 Tahun 2015, jatuhnya di 2019,” tegas Iqbal.

Maka seharusnya, kata Iqbal, waktu lima tahun cukup bagi RS untuk mendapatkan sertifikasi akreditasi. Tujuannya, sertifikasi akreditasi menjadi indikator jaminan pelayanan pada pasien.

“Ini soal standard layanan kesehatan, yang berhubungan dengan keamanan pasien. Bukan sebab lain. Waktu lima tahun itu cukup lama,” jelasnya.

Sejumlah RS yang tidak lagi bekerja sama di antaranya Rumah Sakit Umum Islam (RSUI Kustati Solo, RS Amal Sehat Sragen dan RS Amal Sehat Wonogiri). Sementara di Jabodetabek dan Jawa Barat, di antaranya RS Citama Kabupaten Bogor dan RS Karya Medika II Bekasi serta RS Mm Indramayu Jawa Barat. Tertera pengumuman pasien peserta BPJS dan rujukan tak bisa dilayani lagi di RS tersebut.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : (ika/JPC)