BPJS Watch Duga Ada Tindak Korupsi Juga di Dewan Pengawas BPJSTK

JawaPos.com – BPJS Watch turut melakukan pendampingan terhadap karyawati honorer di Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (TK) berinisial RA, 27, yang diperkosa empat kali oleh atasannya berinisial SAB. Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus yang menimpa RA itu.

BPJS Watch juga akan meminta Presiden Joko Widodo dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberhentikan salah seorang anggota Dewan Pengawas BPJSTK yang diduga telah melakukan kekerasan seksual terhadapa RA.

“Ya sebenarnya sudah (mendampingi), kami tinggal mengawal. Setelah tahun baru, kami akan ke Presiden, ke Kemenkeu untuk memastikan segera dicabut atau ditariklah (SAB dari Dewan Pengawas BPJSTK),” ucap Timboel, Sabtu (29/12).

Timboel menjelaskan, peran BPJS Watch dalam kasus ini berfungsi untuk mempercepat proses penarikkan SAB dari jajaran Dewan Pengawas BPJSTK. Bahkan sebelumnya pihaknya sudah membawa masalah ini ke Komnas Perempuan dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

“Sudah ke Komnas Perempuan, DJSN, tinggal nanti dibentuk tim di awal Januari 2019. Ini tugas kami memberi percepatan, (kami) akan datang ke Presiden, ke Kemenkeu, datang ke DJSN selain ke Komnas Perempuan,” jelas dia.

Di sisi lain, salah satu alasan yang paling mendasar untuk memberikan pendampingan advokasi lantaran BPJS Watch merasa ada yang tidak beres dalam kompetensi pengawas BPJSTK. Timboel mengungkapkan, selama ini Dewan Pengawas BPJSTK selalu mengambil alih tugas-tugas Direksi BPJSTK.

Selain kasus pelecehan seksual, BPJS Watch juga menduga ada praktik korupsi yang dilakukan Dewan Pengawas BPJSTK. “Ini yang coba kami dorong supaya BPJSTK itu bisa kembali normal. Jadi, BPJS Watch melihat ketidaknormalan kompetensi pengawas dan direksi, pengawas selalu ambil alih tugas-tugas direksi dan ada juga dugaan kroupsi,” pungkas Timboel.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : (ipp/JPC)