Budidaya Cabai Tak Sembarangan, Banyak Aspek yang Perlu Diperhatikan

JawaPos.com – Kebutuhan masyarakat terhadap cabai terus melonjak. Di sisi lain, kendati selalu tersedia sepanjang tahun, kerap ada kelangkaan yang dilatari sejumlah faktor.

Mulai dari gagal panen, cuaca hingga distribusi. Singkatnya, budidaya cabai membutuhkan ketekukan dan ketelatenan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian, Moh Ismail Wahab menyebut budidaya cabai tak hanya persoalan tanam.

“Merawat tanaman cabai butuh kesabaran, keuletan dan seni efisiensi. Kalau hanya asal tanam tanpa upaya efisiensi, jatuhnya pasti merugi,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/4).

“Jangan harap cabai memberi keuntungan optimal kalau tanamnya tidak pakai seni budidaya ramah lingkungan. Yang ada untung di depan, tapi buntung di belakang,” lanjut dia.

Menurut Ismail, saat ini masih banyak petani yang mengandalkan budidaya konvensional, menggunakan pestisida maupun pupuk kimia.
“Dampaknya, hama penyakit bukannya makin hilang justru makin kebal dan jenisnya beragam. Belum lagi dampak residu pestisida yang harus ditanggung konsumen. Ini perlu kita ingatkan terus menerus kepada petani dan petugas lapang,” ungkapnya serius.

Terkait harga cabai yang lambat beranjak naik, menurut Ismail, bukan harga cabai yang rendah, tapi biaya usaha tani yang memang masih mahal.

“Bayangkan, puluhan juta hanya dipakai buat beli pestisida yang belum tentu itu diperlukan dan pupuk yang berlebihan tanpa ada analisa kebutuhan hara. Bagaimana kita bersaing dengan produk luar negeri?,” tanya dia.

Senada, Kepala Bidang Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Uung Gumilar menekankan pentingnya efisienai biaya produksi.

“Kita mikirnya jangan hanya memproduksi dan menjual cabai ke pasar becek saja. Kita harus sudah mulai berorientasi ekspor. Sedangkan orientasi ekspor kuncinya di daya saing. Kalau produk kita saja sudah tidak sehat dan tidak efisien, bagaimana produk kita laku di pasar modern, apalagi di luar negeri,” kata Uung.

Pihaknya juga menyoroti masih banyak petani melakukan usaha budidaya tanpa memperhatikan konservasi lingkungan.

“Jangan sampai kita mewariskan kepada anak cucu usaha budidaya yang tidak sehat atau yang mengancam kelestarian lingkungan. Kami dukung upaya Kementan mendorong produksi cabai yang sehat, efisien dan ramah lingkungan,” pungkasnya.