Buoy Merah Putih Akhirnya Dipasang di Selat Sunda

JawaPos.com – Setelah meluncurkan pada Rabu pekan lalu (10/4), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akhirnya berhasil memasang Buoy Merah Putih kemarin (14/4). Buoy pun dapat memancarkan sinyal. Alat pendeteksi gelombang tsunami karya BPPT itu terpasang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Ketua Tim Buoy Merah Putih BPPT Alfi Rusdiansyah mengatakan, proses perjalanan hingga pemasangan buoy membutuhkan waktu tiga hari. Kemarin dia melaporkan bahwa buoy tersebut telah berfungsi dengan normal. Di antaranya, telah berhasil mengirim sinyal berupa informasi data gelombang laut. Sinyal tersebut terkirim dan diterima secara langsung ke Pusat Data Buoy Indonesia (PDBI) di kantor BPPT Jakarta.

“Dalam keadaan normal, buoy akan mengirim data setiap satu jam sekali. Sedangkan saat terjadi gejala tsunami, buoy akan mengirim data tiap 15 detik,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk mencapai titik pemasangan, yakni di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, dibutuhkan waktu 12 jam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Selama perjalanan tersebut, tim BPPT melakukan pengecekan elektronik dan mekanik. Kemudian, memasuki proses batimetri atau pemetaan dasar laut. Proses itu dilakukan untuk menentukan lokasi pemasangan OBU (sensor pendeteksi tsunami). Dalam prosesnya, tim sempat mengalami kendala. “Yakni, cuaca dan gelombang yang cukup tinggi,” jelasnya.

Kepala BPPT Hammam Riza menyambut baik keberhasilan pemasangan Buoy Merah Putih tersebut. Menurut dia, program itu adalah upaya pemerintah untuk menjaga warga dari ancaman bencana tsunami.