CJH dari Embarkasi Surabaya Bakal Nikmati Layanan Jalur Cepat

JawaPos.com – Layanan pre-departure clearance atau fast track (jalur cepat) calon jamaah haji (CJH) di Arab Saudi akhirnya resmi diperluas. Tahun lalu layanan itu hanya diberlakukan untuk embarkasi Jakarta-Pondok Gede dan Jakarta-Bekasi. Tahun ini layanan yang mendapat respons positif itu bakal dinikmati CJH dari embarkasi Surabaya.

Dengan layanan fast track tersebut, CJH tidak perlu berlama-lama lagi di bandara Madinah maupun Jeddah untuk urusan keimigrasian. Pengalaman CJH asal Jakarta tahun lalu, dengan layanan jalur cepat tersebut, hanya dibutuhkan waktu lima menit untuk keluar dari bandara Saudi. Waktu itu dihitung dari saat tiba di terminal, pemeriksaan di layanan bea cukai, hingga masuk bus untuk menuju hotel.

Jika tidak melalui jalur cepat, CJH harus antre di layanan imigrasi bandara Saudi hingga berjam-jam. Sebab, selain konter layanan imigrasi terbatas, jumlah jamaah haji yang diperiksa cukup banyak.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar menjelaskan, jalur fast track untuk CJH embarkasi Surabaya sangat memudahkan proses mengalirnya CJH dari bandara menuju hotel. Apalagi, CJH dari Jawa Timur merupakan yang terbesar kedua setelah Jawa Barat. Tahun ini jumlah jamaah haji dari Provinsi Jawa Timur mencapai 35.270 orang. Sedangkan kuota haji Provinsi Jawa Barat 38.852 orang.

Nizar menuturkan, Kemenag terus mengusulkan kepada pemerintah Arab Saudi supaya jalur fast track dibuka lebih luas. Bukan hanya untuk CJH dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, dan Surabaya. “Embarkasi lain sedang diupayakan agar layanan fast track bisa dirasakan lebih banyak jamaah,” kata guru besar UIN Walisongo itu.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki menuturkan, layanan fast track berbeda dengan perekaman biometrik CJH di tanah air. Tahun lalu layanan fast track baru dibuka untuk CJH dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede dan Jakarta-Bekasi.

Sedangkan perekaman biometrik di asrama haji tahun lalu sudah diterapkan di tiga embarkasi. Yakni, Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, dan Surabaya. “Usulannya 2019 (fast track, Red) ditambah dengan embarkasi Surabaya,” jelasnya.

Nizar menuturkan, layanan haji tahun ini kembali menghadirkan sejumlah inovasi. Penambahan layanan fast track untuk CJH dari embarkasi Surabaya adalah salah satunya. Inovasi berikutnya adalah sistem zonasi penempatan CJH di hotel wilayah Makkah. Sistem zonasi itu berbasis daerah asal CJH.

Menurut dia, sistem zonasi tersebut akan mempermudah manajemen haji. Pengaturan menu katering juga lebih mudah karena disesuaikan dengan asal CJH. “Konsumsi katering sesuai dengan cita rasa daerah masing-masing disediakan pada hari-hari tertentu,” jelasnya.

Nizar juga menyinggung inovasi tenda jamaah yang dilengkapi AC ketika menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Menurut dia, tahun lalu untuk menghindari hawa panas, tenda-tenda baru dilengkapi kipas angin. Dia juga mengingatkan bahwa mulai tahun ini tenda-tenda jamaah haji tidak boleh ditempeli stiker kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (wan/c10/oni)