Demi Biometrik Haji, Indonesia Nego Saudi

JawaPos.com – Pemerintah Arab Saudi sudah memastikan perekaman biometrik tetap digunakan untuk visa haji maupun umrah. Namun, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin berharap ketentuan tersebut tidak dijalankan pada musim haji tahun ini.

Lukman mengatakan, pemerintah tetap berharap dan memohon supaya perekaman biometrik tidak menjadi syarat pengurusan visa haji maupun umrah. Dia menuturkan, kebijakan tersebut merepotkan jamaah haji dan umrah. ”Karena tempat perekaman biometrik terbatas jumlahnya,” katanya setelah memberikan arahan di kegiatan Saya Perempuan Antikorupsi (SPAN) di Jakarta kemarin (7/2).

Politikus PPP itu menuturkan, pemerintah memberikan sejumlah tawaran kepada Saudi. Salah satunya adalah perekaman biometrik, khususnya untuk jamaah haji, dilakukan di asrama haji atau embarkasi. Artinya, perekaman biometrik dilakukan menjelang penerbangan. Selain itu, perekaman tidak dikaitkan dengan syarat pembuatan visa.

Tawaran berikutnya, pemerintah Indonesia memberikan data biometrik yang sudah dimiliki Ditjen Imigrasi. Data biometrik di Ditjen Imigrasi itu didapat ketika calon jamaah haji atau umrah membuat paspor. Dengan cara tersebut, jamaah tidak perlu lagi melakukan perekaman biometrik. ”Tetapi, mereka (pemerintah Arab Saudi, Red) masih mengkaji tawaran ini,” jelasnya.

Suami Trisna Willy itu menjelaskan, pada prinsipnya, kebijakan perekaman biometrik merupakan urusan penuh otoritas Arab Saudi. Indonesia tidak memiliki kewenangan untuk melarang kebijakan tersebut. Jika Indonesia menolak, orang Indonesia tidak bisa masuk ke Arab Saudi.

Perekaman biometrik merupakan cara bagi sebuah negara untuk mendapatkan data orang asing yang akan masuk ke negara mereka. Indonesia juga menerapkan perekaman biometrik bagi orang asing yang akan masuk ke negeri ini.

”Maka, posisi Indonesia meminta dan memohon kepada pemerintah Saudi untuk tidak menerapkan kebijakan itu pada saat ini,” tegasnya. Sebab, infrastruktur dan lokasi perekaman biometrik belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (wan/c6/oni)