Diminta Lanjut Bangun Papua, Begini Jawaban Menteri Basuki ke Jokowi

JawaPos.com – Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pengembangan infrastruktur untuk membantu daya dukung pengembangan wilayah. Termasuk pembangunan di Provinsi Papua yang kerap mengalami gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sepanjang empat tahun terakhir pemerintah telah menyambungkan daerah yang teriso;ir sepanjang 945 Kilometer jalan di Papua. “Setelah tersambung, tahun 2019 ini akan dilanjutkan dengan peningkatan kualitas jalannya,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara Indonesia Development Forum & Business Summit bertema “Opportunity 2019 dan Beyond Infrastructures” di Hotel Kempinksi, Jakarta Selasa (22/1).

Diungkapkan seperti ruas Wamena – Nduga yang sempat ada insiden beberapa bulan lalu semua sudah tembus kecuali jembatannya.

Diminta Lanjut Bangun Papua, Begini Jawaban Menteri Basuki ke JokowiIlustrasi pembangunan infrastruktur di Papua dan Maluku terus dikerjakan untuk mendukung konektivitas antar wilayah (Istimewa)

“Pembangunan jembatan sedang kita laksanakan dengan target akhir tahun 2018 sudah tersambung. Bulan Januari 2019, kita mulai lagi membangun jembatan tersebut,” terang Menteri Basuki.

Secara nasional, sejak 2015 hingga 2018, Pemerintah telah membangun 3.432 Km jalan nasional, termasuk di dalamnya jalan perbatasan. Pada 2019 akan dibangun tambahan 409 Km jalan baru, sehingga total jalan terbangun hingga 2019 akan menjadi 3.841 Km.

Ia menilai pembangunan infrastruktur yang jadi program prioritas Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dalam empat tahun ini telah berdampak pada pertumbuhan kawasan seperti metropolitan perkotaan, perbatasan, ekonomi khusus dan pariwisata.

Selain itu, kata Basuki, ketersediaan infrastruktur juga akan mendukung revitalisasi industri manufaktur Indonesia agar bisa berdaya saing sehingga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

“Dalam membangun infrastruktur, Kementerian PUPR sudah memperhitungkan efek berganda (multiplier effect) yang diharapkan sejak dari tahapan perencanaan, pelaksanaan hingga pemanfaatannya,” imbuh Basuki.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Kementerian PUPR selama 4 tahun (2015 – 2018) dan rencana tahun 2019.

Untuk mendukung ketahanan air dan pangan, pada 2015 – 2018, Pemerintah telah membangun 56 bendungan, dimana 13 bendungan selesai dan 43 bendungan lainnya dalam penyelesaian konstruksi. Pada 2019 akan dibangun 9 bendungan baru sehingga total bendungan yang dibangun dari 2015 – 2019 adalah 65 bendungan.

Jumlah tersebut akan menambah tampungan air di Indonesia dimana pada 2014, Indonesia memiliki 231 bendungan. Selain bendungan, juga dibangun 949 buah embung alami. Pada 2019 akan ditambah 104 embung, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga total 1.053 embung.

“Untuk saluran irigasi, target pembangunan 1 juta hektare (2015-2019) yang akan menambah luas irigasi kita seluas 8,9 juta hektare,” kata Menteri Basuki.

Sementara itu, dalam pembangunan konektivitas, Kementerian PUPR terus meningkatkan kondisi jaringan jalan nasional tol dan non tol. Pemerintah mendorong pembangunan jalan tol pada ruas jalan yang layak secara ekonomi dan finansial oleh pihak swasta atau melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dengan demikian anggaran APBN dapat digunakan untuk pembangunan jalan di perbatasan, pulau terdepan dan terpencil.

Pembangungan jalan tol meningkatkan konektivitas dalam rangka memangkas biaya logistik dan meningkatkan pusat pertumbuhan ekonomi di daerah. Hingga 2014, panjang jalan tol di Indonesia 780 Km. Dalam 4 tahun (2015-2018), panjang jalan tol di Indonesia yang dioperasikan bertambah 782 Km dan ditargetkan ada tambahan 895 Km jalan tol dioperasikan di tahun 2019, sehingga dalam lima tahun dioperasikan 1.677 Km.

“Jalan perbatasan juga dibangun di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Jalan Trans Papua sebelumnya sudah dibangun hingga tahun 2014 sepanjang 2.590 Km,” pungkasnya.

Editor           : Mohamad Nur Asikin
Reporter      : Uji Sukma Medianti