DMI Siapkan Masjid Pusat Pembentukan Karakter Anak, Puan Apresiasi

JawaPos.com – Wakil Ketua Umum DMI Haji Syafruddin mengingatkan peran strategis masjid sebagai simbol penjaga peradaban Islam. Terutama dalam membimbing dan membentuk karakter anak yang berahlak, bermoral, dan bermartabat.

Hal tersebut diungkapkan Syafruddin saat memberi sambutan pada acara Silaturahmi Nasional Gerakan Nasional Sejuta Masjid Ramah Anak (Semarak).

“Jadikan masjid sebagai pusat pembentukan karakter anak yang berahlaktul karimah. Melalui nilai agama yang ramah, damai, menghargai perbedaan dalam Islam yang rahmatan lil alamin,” ujarnya di Asrama Haji, Jakarta, Selasa (12/3).

Dijelaskan Syafruddin, pembentukan karakter yang memiliki nilai akhlak karimah sangat penting bagi anak. Tujuannya agar dapat menjadi manusia yang bermoral dan berakhlak untuk menjawab tantangan masa depan.

“Dengan menjadikan masjid pusat pengasuhan anak membentuk kepribadian yang akan menguatkan kokohnya pondasi ketakwaan umat Islam,” jelas dia.

Dia yakin, fungsi masjid dapat dioptimalkan sebagai tempat belajar dan bermain. Utamanya untuk meningkatkan aktivitas dalam berekspresi dan berinovasi sesuai dengan tumbuh kembangnya.

“Anak tidak hanya dibekali dengan iptek saja tetapi juga harus didukung dengan iman dan taqwa sebagai pondasi kokoh yang membentengi jiwa generasi penerus bangsa,” ucap Syafruddin.

“Apalagi kita ditopang dengan landasan kekuatan Islam dalam membentuk kepribadian anak, tentu akan jauh lebih hebat dari negara lainnya,” tegas Syafruddin yang juga menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi itu.

Sementara it Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menginginkan agar masjid dapat menjadi pusat kegiatan tumbuh kembang yang ramah bagi anak-anak.

“Masjid dapat dimanfaatkan oleh anak-anak saat sekolah atau sedang istirahat sebagai pusat berkegiatan sehingga dapat memunculkan inovasi. Ini menunjukan peran masjid sangat signifikan dalam menghadapi era globalisasi,” ujar Puan saat membuka Silatnas Semarak.

Puan sangat mendukung gerakan ini, untuk itu ia berharap agar di tahun ini dapat segera diwujudkan masjid ramah anak tersebut. “Ini akan menjadi contoh bagi kita semua dan akan menunjukan kepada masyarakat bahwa ini sangat berguna bagi anak-anak kita,” ucap putri dari Megawati Soekarno Putri.

Rencananya kementerian yang dipimpinnya akan melakukan pemetaan masjid-masjid yang sudah ramah anak. Sebab banyak sekali program kegiatan Kemenko PMK yang selaras dengan kegiatan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Hadir dalam acara ini Plt Sekretaris Jenderal DMI Arief Rosyid dan juga sejumlah pengurus inti DMI. Gerakan ini digagas oleh PP DMI bidang Pemberdayaan Potensi Muslimah, Anak, dan Keluarga (PPMAK).

Sebanyak seribu orang peserta termasuk 315 peserta inti dari pengurus PPMAK DMI, Korps Muballighah, Badan Pembina Taman Kanak Kanak Islam (BPTKI) DMI dan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) DMI dipastikan mengikuti acara ini. Pada kesempatan ini, Waketum DMI, Syafruddin juga menerima data Sistem Informasi Masjid Seluruh Indonesia dari Kementerian Agama.

Berdasarkan data, jumlah masjid saat ini yang ada di Indonesia sebanyak 800.000.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta