Fornas: Pertemuan Paus dan Syaikh Al Azhar Bawa Pesan Damai

JawaPos.com – Pertemuan antara Grand Syaikh Al Azhar, Ahmed Al Tayeb dan Paus Fransiskus disambut baik dunia. Kedua tokoh tersebut dinilai membawa pesan damai bagi dunia internasional.

Sekretaris Jenderal Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika, Taufan Hunneman mengatakan, pesan keduanya agar tak menggunakan agama dalam ranah politik, harus direnungkan semua pihak. Terutama Indonesia yang tengah menghadapi Pemilu 2019.

“Pertemuan ini merupakan satu seruan yang sangat penting dalam peradaban dunia. Dunia yang sedang menuju satu kiblat ultra nasionalis dan fundamentalisme agama disejukkan dengan pertemuan ini,” kata Taufan kepada JawaPos.com, Kamis (7/2).

Taufan menegaskan bahwa politik identitas dengan menggunakan jargon agama, ras juga antiimigran menjadi satu pola yang terstruktur digunakan untuk meraih kekuasaan. “Imbasnya kohesi sosial ikut terpolarisasi,” lanjutnya.

Dalam konteks politik nasional, saat ini terjadi stigmanisasi bahkan hoax menjadi wacana umum digelontorkan dalam ruang publik. Derasnya arus informasi yang terulang-ulang, menyebabkan publik mengalami kebingungan antara fakta atau hoax.

“Karena itu demokrasi menjadi rusak. Demokrasi hanya berorientasi kekuasaan belaka,” jelas pria yang juga seorang advokat itu.

Maka dari itu, pilpres harus menjadikan ukuran seberapa sehatkan praktek politik di Tanah Air. Juga memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan rakyat.

“Ajakan Pak Jokowi untuk melawan hoax bisa dilihat dalam konteks bahwa beliau menginginkan praktek politik yang memberikan ruang
kedaulatan bagi rakyat. Itu semata-mata untuk menikmati demorkasi yang berkualitas,” pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Muhammad Ridwan