Hari Keluarga Nasional, Perkawinan Anak dan Program KB Jadi Sorotan

JawaPos.com – Ketahanan keluarga akan mewujudkan generasi penerus yamg berkualitas. Karena itu peran orang tua penting untuk mempersiapkan pendidikan dan mental anak di masa depan. Untuk mewujudkan ketahanan keluarga yang kokoh, tahun ini penyelenggaraan Hari Keluarga Nasional akan digelar di Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah.

Sedikitnya ada dua isu yang disorot. Di antaranya maraknya perkawinan usia anak dan efektivitas program Keluarga Berencana (KB).

Hal itu akan dibahas dalam seminar tentang kependudukan dan perkawinan anak yang mencapai 30 persen di Kalimantan Selatan. Ada juga lomba pencegahan perkawinan anak.

Selain itu, untuk meningkatkan keikutsertaan peserta KB jangka panjang, diadakan pelayanan KB gratis untuk pasangan usia subur. Terutama juga untuk pasangan yang merencanakan program kehamilan.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) M. Yani berkoordinasi dengan Pemerintah Kalimantan Selatan untuk mempersiapkan peringatan Harganas ke XXVI dengan baik.

“Seluruh kegiatan yang di rencanakan menarik dan bermanfaat untuk seluruh keluarga dan masyarakat. Semoga Harganas XXVI tampil beda dan bermanfaat bagi keluarga Indonesia,” kata Yani dalam keterangan tertulis, Selasa (5/1).

Berbagai kegiatan akan digelar dalam mewarnai peringatan Harganas, baik pra puncak peringatan maupun pasca acara. Di antaranya Festival Penggalang Ceria, GenRe Edu Camp, One Stop Service pelayanan untuk anak anak, One Day for Children untuk anak-anak terlantar.

Tanggal 29 Juni mendatang bangsa Indonesia akan kembali memperingati Hari Keluarga Nasional atau Harganas. Ini merupakan peringatan yang ke-26 kali sejak Harganas diselenggarakan pertama kali tahun 1993.

Tujuan dari peringatan Harganas adalah meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera dalam kerangka ketahanan keluarga, meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan 8 (delapan) fungsi Keluarga. Di antaranya, agama, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, reproduksi, sosial dan budaya serta lingkungan.

Selain itu juga mewujudkan penerapan 4 (empat) pendekatan ketahanan keluarga dengan Keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi, Keluarga Berdaya serta Keluarga Peduli dan Berbagi.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Marieska Harya Virdhani