Ibu-ibu Korban Tragedi Trisaksi Dukung Jokowi Dua Periode

JawaPos.com – Para keluarga korban penembakan Tragedi Trisakti menyambangi Posko Cemara, untuk melakukan diskusi. Mereka berharap supaya Joko Widodo (Jokowi) bisa menuntaskan kasus tersebut, apabila terpilih menjadi kepala negara di 2019.

Ibu dari korban Tragedi Trisaksi, Heri Hertanto yakni Lasmiati mengungkapkan dukungannya ke Jokowi di Pilpres 2019 ini. Dia yakin Jokowi mampu menyelesaikan kasus pelanggaran HAM ini yang sudah jalan di tempat selama 20 tahun ini.

“Saya dukung Pak Jokowi, saya yakin Pak Jokowi akan menyelesaikan masalah ini dengan adil. Karena presiden yang sudah-sudah kan belum bisa menyelesaikannya,” ujar Lasmiati di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (8/2).

Lasmiati mendukung Jokowi lantaran menilai sang petahana tidak punya beban di masa lalu. Sehingga tidak memiliki beban untuk bisa menyelesaikan kasus tersebut.

“Dia kan enggak terlibat masa lalu gitu,” katanya.

Lasmiati pun berharap pemerintah mau meminta maaf atas tragedi tersebut apabila kasusnya memang betul tidak bisa diselesaikan. Dia juga berharap sang anak bisa menjadi pahlawan reformasi.

“Sekarang harusnya negara bisa bertanggung jawab. Paling tidak meminta maaf dan bisa diakui negara sebagai pahlawan reformasi,” katanya.

Terpisah ibu dari Hendriawan Sie, Karsiah mengatakan dukungannya ke Jokowi karena selama ini berbeda dari kepala negara yang lain. Misalnya sering mengundang para korban tragedi Trisaksi ke Istana Negara.

“Buktinya dia sering undang kami. Jadi, bukan kami yang minta diundang. Dia yang mengundang,” katanya.

Karsiah mengatakan, Hendriawan Sie adalah anak satu-satunya. Namun nyawanya dihilangkan dengan cara ditembak oleh petugas.‎

Namun dia mengaku sudah ikhlas merelakan kepergian anak semata wayangnya itu secara tidak wajar. “Biarlah orang yang membunuh anak saya tertawa, dan yang dibunuh tersenyum,” pungkasnya.

Sekadar informasi, tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, serta puluhan lainnya luka.

Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Hafidin Royan (1976 -1998), dan Hendriawan Sie (1975-1998). Mereka tewas tertembak di dalam kampus Universitas Trisakti terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, tenggorokan, dan dada.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Gunawan Wibisono