Impor Pangan Bisa Jadi Penting, Ini Syaratnya

JawaPos.com – Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan impor pangan sebagai upaya penting memenuhi komoditas strategis. Namun, pemerintah harus memperhatikan beberapa aspek. Terutama, jumlah komoditas pangan memang tak mencukupi untuk kebutuhan nasional.

Akademisi ekonomi pertanian IPB Adi Hadianto mengatakan, langkah untuk impor pangan juga harus mempertimbangkan waktu masa panen atau tidak, besar volume yang harus di impor dan tentunya keuangan negara.

“Jadi tidak asal impor,” kata Adi dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com.

Adi mengatakan, mendesak atau tidaknya impor pangan berkaitan dengan kebutuhan jenis pangan serta konteksnya. Untuk komoditas pangan strategis seperti beras, keputusan impor dapat dilakukan jika dan hanya pasokan domestik terbatas untuk memenuhi permintaan

“Misalnya disebabkan gagal panen atau bencana alam,” tegas Adi.

Sebaliknya, jika komoditas pangan produksi domestik jumlahnya cukup, katanya, seharusnya tak boleh dilakukan impor. “Untuk komoditas pangan lainnya, saya kira kita perlu mengurangi ketergantungan impor,” kata Adi.

Adi juga menyoroti kaitan antara penerapan impor pangan dengan inflasi keuangan. Menurutnya, untuk sementara impor memiliki dampak positif terhadap harga pangan yang murah di pasaran. Alasannya, jumlah ketersediaan pangan di pasar akan mempengaruhi turunnya harga.

“Impor akan meningkatkan pasokan pangan dalam negeri meningkat. Masyarakat beralih dari konsumsi pangan lokal ke impor sebab murah. Hal ini berdampak kepada menurunnya produksi pangan lokal,” ujar Adi.

Isu impor pangan kembali mengemuka di awal 2019. Sorotan datang dari berbagai pihak yang mempertanyakan maksud di balik impor pangan mendekati agenda Pemilu tahun ini.

Editor           : Yusuf Asyari