Infrastruktur Air Bertambah, Petani Jadi Mudah Lakukan Produksi

JawaPos.com – Kementerian Pertanian dinilai masif melakukan pembangunan infrastruktur air untuk pertanian. Hal ini merupakan salah satu langkah strategis merealisasikan kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan.

Pengamat ekonomi pertanian IPB Nunung Nuryantono mengatakan, infrastruktur itu salah satunya adalah kemudahan akses air. Sebab, akses air adalah syarat perbaikan produksi pertanian yang ingin dicapai.

Menurut dia, secara otomatis meningkatnya produksi pertanian akan ikut mempengaruhi kesejahteraan petani. Hal itu, menandakan ada efek manfaat untuk petani dari infrastruktir air.

“Kesiapan infrastruktur pertanian harus disiapkan sebaik-baiknya. Perlu ada koordinasi dengan kementerian sektoral lain soal kepastian infrastruktur pertanian,” kata Nunung dalam keterangan tertulis, Jumat (22/3).

Nunung menerangkan, dengan begitu, kualitas infrastruktur pertanian, seperti air, menjadi tanggung jawab instansi lainnya juga. Sebab Nunung menilai, pertanian menjadi tumpuan utama bangsa selama ini.

“Jadi perlu dukungan juga dari pihak lain. Jangan hanya Kementerian Pertanian sendiri,” ujarnya.

Nunung menuturkan, infrastruktur air untuk pertanian yang masif dibangun Kementerian Pertanian juga turut memudahkan petani dalam pengelolaan kegiatan produksi.

Sebagai informasi, sejak 2015 hingga 2018, sebanyak 3,12 juta haktare jaringan irigasi tersier (JIT) telah direhabilitas Kementerian Pertanian.

Manfaat dari peningkatan infrastruktur air itu mampu mendongkrak indeks pertanaman terbesar tahun 2015 yakni mencapai 2,45 juta hektare.

Selain itu, dari andil bertambahnya infrastruktur air juga mampu mempertahankan produksi padi sebesar 16,36 juta ton.

Editor           : Yusuf Asyari