Kata Djarot ke Ahok: Welcome Home Bro!

JawaPos.com – Usai resmi bebas dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok langsung ditemui sahabat karibnya, Djarot Saiful Hidayat. Keduanya melepas kangen sambil berbincang-bincang santai di sebuah rumah di Jakarta, Kamis (24/1).

Kepada JawaPos.com, Djarot mengaku bersuka cita atas kembalinya mantan pimpinannya saat dia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, sementara Ahok menjadi gubernurnya.

Bertemu kembali dengan Ahok, menurutnya sangat berkesan. Kata Djarot, sudah sekian lama tak bertemu BTP semakin tampak lebih bugar dan bersemangat.

“Bertemu dengan Pak Ahok lagi, (beliau) tambah segar dan lebih bersemangat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (24/1).

Tak hanya reuni sambil berbincang santai, Djarot pun mengungkap bahwa Ahok bersama keluarga besarnya merayakan kebebasan Ahok dengan sederhana.

“Cuma makan bareng bersama keluarga dan melepas kangen saja sama Pak Ahok,” kata Djarot.

Djarot pun menceritakan, bahwa begitu tiba di rumah, Ahok langsung menyantap makan makanan kesukaannya. Dari mulai nasi uduk, ayam goreng, hingga makanan jajanan pasar.

“Ya, makan-makan. Menunya, nasi kuning lengkap, nasi uduk, ayam goreng dan jajanan pasar,” tuturnya.

Momen reuninya bersama Ahok, Djarot pun mengunggah momen spesial itu ke akun Instagramnya. Mereka tampak sedang duduk bersama. Mengenakan kemeja biru gelap kotak-kotak, Ahok membawa piring berisi nasi lengkap dengan lauk pauknya.

“Welcome Home Bro,” tulis Djarot di akun Instagram pribadinya.

Untuk diketahui, Djarot pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sejak 17 Desember 2014 mendampingi Ahok. Kala itu, Ahok naik jabatan menjadi Gubernur DKI Jakarta karena Joko Widodo (Jokowi) terpilih menjadi Presiden Ke-7 RI pada putaran Pilpres 2014.

Ahok dan Djarot pun melenggang mencalonkan diri ke Pilkada DKI 2017. Keduanya gagal meraih perolehan suara tertinggi. Kemudian pada Mei 2017, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Ahok dua tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Wildan Ibnu Walid