Kemenag Usul Perekaman Biometrik di 13 Embarkasi

JawaPos.com – Layanan perekaman biometrik di asrama haji atau embarkasi menjelang keberangkatan bisa berdampak positif. Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) berharap tahun ini layanan serupa diterapkan di seluruh embarkasi yang berjumlah 13 titik.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki menuturkan, tahun lalu perekaman biometrik dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi, dan Surabaya. “Kemenag berharap di 13 embarkasi haji dapat dilakukan perekaman biometrik saat jamaah haji masuk asrama atau sebelum menuju Saudi,” katanya kemarin (11/2).

Mastuki mengungkapkan, tahun lalu pelaksanaan perekaman biometrik di dua asrama berjalan dengan lancar. Proses tersebut membuat kedatangan jamaah haji Indonesia di bandara Jeddah maupun Madinah lebih lancar. Sebab, jamaah tidak perlu antre menjalani perekaman biometrik saat kedatangan di Saudi.

Dalam kondisi normal, antrean jamaah haji ketika mendarat di bandara Jeddah atau Madinah cukup panjang. Bisa sampai satu jam jamaah baru bisa keluar bandara seluruhnya dan bergerak menuju hotel atau pemondokan. Menurut Mastuki, secara infrastruktur, seluruh asrama haji siap dijadikan tempat perekaman biometrik.

Kemenag sudah menyampaikan saran supaya biometrik digelar di 13 asrama haji kepada pemerintah Arab Saudi. “Namun, kepastiannya kami masih menunggu jawaban dari pemerintah Arab Saudi,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani juga menyoroti layanan perekaman biometrik tersebut. Dia berharap Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin bisa mengupayakan lebih banyak lagi perekaman biometrik sejak di tanah air.

Menurut Puan, percontohan layanan perekaman biometrik sejak di tanah air tahun lalu merupakan salah satu inovasi layanan haji. Meski, kegiatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah Arab Saudi.

Tahun lalu perekaman biometrik di tanah air dilakukan untuk sekitar 70 ribu jamaah haji. “Tahun ini saya minta ke Pak Menag. Pak Menag usahain lagi tahun ini minimal bisa dua kali lipat (jamaah rekam biometrik di tanah air, Red),” tutur Puan saat memberikan sambutan dalam Kick Off Meeting Percepatan Pencapaian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Dengan mekanisme tersebut, jamaah sudah tidak perlu lagi antre di loket imigrasi Arab Saudi. Sedangkan jamaah embarkasi lain masih melakukan proses clearance (verifikasi akhir) di bandara Madinah dan Jeddah. Proses tersebut berupa perekaman satu sidik jari dan pengecapan paspor kedatangan. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (wan/c10/fal)