Ketatnya Catering Jamaah Haji, Dari Bumbu sampai Menu Wajib Kedaerahan

JawaPos.com – Ratusan perusahaan asal Arab Saudi mendaftar sebagai penyedia jasa layanan catering jamaah haji Indonesia. Berdasar data Kementerian Agama, ada 298 perusahaan yang ikut serta.

Rinciannya 155 perusahaan daftar penyedia konsumsi jamaah di wilayah Makkah, 114 perusahaan di Arafah Mina, 32 perusahaan di Madinah, dan satu perusahaan di Jeddah.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Sri Ilham Lubis mengatakan saat ini timnya tengah bersiap untuk melakukan kasyfiyah. Proses verifikasi satu persatu ratusan calon perusahan penyedia catering.

“Teknis Kasyfiyah dilakukan berdasarkan form dan check list penilaian yang sudah disiapkan,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Selasa (5/3).

Dia menjelaskan, petugas akan mengisi enam form verifikasi. Mulai dari administrasi, administrasi teknis, penilian hasil kasyfiyah, penilaian pengalaman melayani, penilaian kinerja, hingga penilaian dapur aktif/tidak aktif.

“Kasyfiah menjadi tahapan yang sangat penting karena hasilnya menentukan apakah perusahaan ini dipilih atau tidak untuk melayani konsumsi Jemaah haji,” jelas Sri Ilham.

“Tim harus memahami tugasnya, berintegritas, bersih, dan obyektif dalam memberikan penilaian,” lanjut dia.

Dia memaparkan bahwa tugas tim katering tahun ini lebih berat. Selain membuat menu nusantara, tim juga harus menyusun menu zonasi atau kedaerahan.

Mereka harus memastikan perusahaan penyedia katering dapat mempekerjakan juru masak orang Indonesia yang profesional. “Bumbu masak, makanan, dan minuman juga diutamakan menggunakan produk Indonesia,” sebut dia.

Dia memastikan proses penyediaan perusahaan layanan katering ini berjalan transparan.

Ada 10 tahapan yang dilakukan, yakni Pemberitahuan, Aanwijzing, Penawaran, Verifikasi Administrasi, Verifikasi Teknis dan Kasyfiyah, Penilaian, Penetapan Estimasi Kapasitas, Negosiasi, Usulan Penetepan, dan Penandatanganan Kontrak.

“Kontrak perusahaan katering diupayakan bisa dilakukan lebih cepat dibanding tahun lalu. Sehingga, para penyedia dapat secepatnya memesan makanan dan minuman dari Indonesia,” pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta