KNKT Bantah Rekaman CVR Bocor, 4 Fakta Baru Investigasi Lion Air

JawaPos.com – Belum lama ini, beredar mengenai isi percakapan pilot maskapai Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangka Pinang yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018.

Namun, kabar itu buru-buru dibantah oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan. Berikut adalah fakta-fakta baru mengenai perkembangan investigasi pesawat jenis Boeing 737 Max-8 yang dirilis oleh KNKT :

Ada Pilot Lain yang Berada di Cockpit Pada Penerbangan JT043 dari Denpasar-Jakarta

Pada penerbangan JT043 dari Denpasar ke Jakarta yang mengalami gangguan setelah digantinya Angle of Attack sensor, KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di cockpit pada penerbangan itu.

“Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Kantor KNKT, Kamis (21/3).

Pilot ini memiliki kualifikasi sebagai pilot Boeing 737 Max-8 dan sudah diinterview oleh KNKT. Sesuai UU Nomor 1 Tahun 2009 pasal 359, KNKT tidak akan menyampaikan hasil wawancaranya.

Rekaman CVR di Penerbangan Sebelumnya Sudah Terhapus

Di media telah beredar berita yang menyebut sebagai isi dari CVR penerbangan JT610 dan penerbangan JT043. Namun, penerbangan JT043 sudah terhapus sehingga sudah tidak ada di CVR. Sedangkan rekaman JT610 terekam sejak persiapan penerbangan sampai akhir penerbangan.

“CVR itu hanya bisa merekam rekaman dua jam terakhir. Dua jam yang ditangkap adalah pesawat saat berangkat ke Pangkal Pinang saja. Kita mengetahui apa yang dijelaskan ground engineer. Itu yang menyebabkan rekaman di penerbangan sebelumnya overwritten. Itu terhapus secara sistem,” kata Investigator KNKT Ony Soerjo Wibowo di Kantor KNKT, Jakarta, Kamis (21/3).

KNKT Ajukan Penawaran Kerjasama Investigasi dengan Otoritas Ethiopia

Setelah jatuh di perairan Karawang pada Oktober 2018, pada Maret 2019 pesawat jenis yang sama milik Boeing jatuh di Ethiopia. Sehubungan dengan hal tersebut, KNKT telah mengajukan penawaran kerjasama investigasi dengan otoritas Ethiopia. Tujuannya untuk saling melengkapi data kecelakaan.

“Sesuai dengan data yang dimiliki KNKT saat ini, maka kami tidak dapat memberikan komentar tentang ada atau tidaknya kemiripan antara kecelakaan ET302 dengan JT610,” terang Soerjanto.

Seluruh Hasil Investigasi akan disampaikan KNKT pada Agustus atau September 2019

Sehubungan dengan perkembangan investigasi disampaikan bahwa KNKT telah melakukan kunjungan ke Boeing untuk melakukan rekonstruksi penerbangan JT610 menggunakan engineering simulator dan diskusi terkait sistem pesawat Boeing 737 Max-8. Dalam hal ini, KNKT telah berdiskusi dengan Boeing dan FAA terkait design sistem MCAS (Manuvering Characteristic Augmentation System) dan approval yang diberikan oleh FAA.

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : Uji Sukma Medianti