Komnas Perempuan Dorong Tiap Institusi Buka Layanan Pengaduan

JawaPos.com – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyadari ada banyak kasus kekerasan seksual terjadi di dunia kerja. Hal ini diungkapkan oleh Komisaris Komnas Perempuan, Magdalena Sitorus menanggapi kesaksian penyintas kekerasan seksual di Badan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK), berinisial RA yang diduga diperkosa oleh atasannya, berinisial SAB.

Menurut Magdalena, kekerasan seksual di tempat kerja ini berkaitan dengan relasi kuasa. Pelaku biasanya memanfaatkan kekuasaannya untuk melakukan tindak kekerasan itu pada penyintas.

“Kekerasan seksual di dunia kerja cukup banyak (terjadi). Ada hubungan relasi kuasa, ada posisi tawar, yang menggunakan kekuasaan untuk melakukan hal itu,” ucap Magdalena saat dikonfirmasi, Sabtu (29/12).

Atas dasar itu, Komnas Perempuan mengusulkan, setiap institusi memiliki layanan pengaduan. Layanan pengaduan dapat menjadi tujuan penyintas untuk meminta pertolongan.

“Ini juga yang kami dorong agar di tempat kerja itu juga ada bagian pengaduan. Jadi, suatu institusi harus punya itu (layanan pengaduan),” katanya.

Keberadaan layanan pengaduan ini, kata Magdalena, dapat menambah keyakinan calon karyawan, bahwa institusi tempatnya bekerja intoleran terhadap kekerasan. “Jadi, jika terjadi sesuatu, staf atau pegawai, dia tahu harus ke mana. Karena sejak awal kerja di situ, dia tahu kalau lembaga itu juga anti kekerasan,” jelasnya.

Magdalena pun mempersilakan perempuan korban kekerasan untuk mengadukan peristiwa yang dialami ke Komnas Perempuan. “Tentu Komnas Perempuan juga menjadi tempat yang bisa didatangi,” pungkasnya.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : (ipp/JPC)