Kritik Pernyataan Fadli Zon, Relawan Al-Jamin Beberkan Hasil Riset EIU

JawaPos.com – Aliansi Jokowi Ma’ruf Amin (Al-Jamin) tak sependapat dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Al-Jamin mengatakan bahwa sektor pertanian mengalami peningkatan signifikan ketimbang sebelumnya.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Al-Jamin, Immanuel Hutapea mengatakan, statement Fadli bahwa kebijan pertanian pemerintah tak memiliki konsep dan konsistensi, patut dipertanyakan. Pasalnya, fakta di lapangan justu berbicara sebaliknya.

Immanuel lantas membeberkan hasil kajian The Economist Inteligence Unit (EIU), di mana Global Food Security Index-GFS atau Peringkat Ketahanan Pangan Indonesia terus membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Dari 113 negara yang dikaji, pada tahun 2017 Indonesia menempati rangking ke 69 dengan skor 51,3 dan naik 0,2 poin dibanding pada tahun 2016 yang menempati posisi 71 dengan skor 51,1,” ujar dia melalui siaran persnya di Jakarta, Kamis (3/1).

Dia menjelaskan bahwa apa yang dikemukakan EIU menunjukan sektor pertanian era pemerintahan Jokowi terbukti mewujudkan ketahanan pangan.”Ini lembaga riset dunia yang eksistensi resmi, bukan abal-abal atau asal bicara,” tegas dia.

“Mewujudkan ketahanan pangan ini tentu tidak mudah, kalau bukan dengan kerja keras dan konsep yang sistematis yang tertuang dalam Roadmap Rancangan Pembangunan Jangka Menengah di Bidang Pertanian,” lanjut dia.

Selanjutnya, lanjut Immanuel, pada era Presiden Jokowi, setidaknya sudah dicabut 291 regulasi pertanian yang bersifat menghambat dan telah membentuk tim percepatan investasi. Misalnya, pengadaan pola tender diubah menjadi penunjukan langsung sehingga penyediaan sarana produksi menjadi cepat dan lancar.

Dampak dari deregulasi juga membuat investasi pertanian 2018 naik menjadi Rp 61 triliun atau 110% dibandingkan 2013 yang hanya Rp 29,3 triliun. Ini bukti nyata Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berhasil mewujudkan ekosistem bisnis usaha tani di Indonesia sangat bagus. “Mudah-mudahan Fadli Zon tidak buta hatinya melihat data ini,” pungkasnya.

Editor      : Imam Solehudin
Reporter : (mam/JPC)