Lewat Sepekan, Masyarakat Masih Dihantui Isu Gelombang Tsunami

JawaPos.com – Bencana tsunami Selat Sunda yang melanda kawasan Banten, Sabtu (22/12) telah lebih dari sepekan berlalu. Namun hingga saat ini, masyarakat yang berada di kawasan Kabupaten Pandeglang masih dihantui gelombang tsunami.

Terlebih kawasan Pandeglang pada Senin (31/12) malam, kembali dihantam bencana banjir setinggi satu hinga dua meter.

Lewat Sepekan, Masyarakat Masih Dihantui Isu Gelombang TsunamiInfografis tsunami Selat Sunda (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

“Masih ada (yang khawatir) gelombang tsunami (datang), karena memang status Gunung Anak Krakatau masih siaga tiga,” kata Komandan Rescue Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kusmayadi kepada JawaPos.com, Selasa (1/1).

Kusmayadi menjelaskan, informasi simpang-siur adanya gelombang tsunami kerap beredar di wilayah Pandeglang. Bahkan, masyarakat sempat berhamburan karena adanya informasi tersebut.

“Kami menjumpai warga panik. Jadi, kalau sudah panik warga itu jalan utama macet total, orang-orang berlarian, motor dan sebagainya,” ucapnya.

“Kami juga menenangkan mereka,” lanjutnya.

Lebih jauh Kusmayadi menuturkan, saat ini di wilayah Pandeglang sudah tidak lagi berjatuhan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebab arah angin tidak menuju kawasan Pandeglang.

“Abu vulkanik sudah tidak ada di Pandeglang. Arah angin cenderung ke Cilegon,” pungkasnya.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : (rdw/JPC)