Lulusan Sampoerna Academy Siap Bersaing di Tingkat Global

Jakarta – Memasuki era digital tantangan yang dihadapi masyarakat kian kompleks. Tak terkecuali di sektor pendidikan. Pesatnya perkembangan zaman membuat sistem pendidikan terus mengalami perubahan.

Itu pula yang dilakukan Sampoerna Academy. Mereka kini tengah fokus mengadopsi metode STEM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematic) Education.

Ahlam A. Khaku, Koordinator Sains Sampoerna Academy mengatakan, STEAM Education sistem pendidikan ini sendiri memperkuat empat komponen penting yang disebut 4C, Kreativitas, Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Kolaborasi.

“Keterampilan penting ini memungkinkan anak-anak untuk memecahkan masalah yang akan muncul dan mendorong mereka untuk menjadi inovator masa depan,” kata dia melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/4).

Ahlam memaparkan bahwa filosofi STEAM Education sejatinya menitikberatkan tentang bagaimana pendidik – termasuk orang tua – di semua tingkatan, bisa membantu para siswa mengintegrasikan dan menerapkan pengetahuan lintas disiplin, “Termasuk mendorong mereka untuk berpikir dengan cara yang lebih terhubung dan holistik. Dan ini sangat krusial,” jelas Ahlam.

Lalua mengapa STEAM Education Penting? Menurut Ahlam, pendidikan yang berfokus pada STEAM menyatukan aspek-aspek ini dengan pelajaran langsung dan penuh pemikiran yang sangat efektif dalam melibatkan siswa. Kurikulum berbasis STEAM memberi anak-anak peluang untuk mengeksplorasi konsep-konsep yang terkait dengan STEAM, dan melihat bagaimana konsep-konsep tersebut diterapkan dalam kehidupan kita.

Merujuk Georgetown Public Policy Institute, STEAM adalah salah satu bidang yang paling cepat berkembang di Amerika. Pada tahun 2020, jumlah pekerjaan STEAM diperkirakan telah tumbuh 26 persen.

“Ini adalah pekerjaan kedua yang banyak dibutuhkan dan dicari setelah perawat kesehatan, dan para pekerja STEAM ini pun tumbuh di pesat di Indonesia saat ini,” tambah dia.

Bagaimana Sekolah Mengajarkan STEAM?

Ahlam lantas memberikan beberapa contoh tentang bagaimana mata pelajaran STEAM dapat berhasil diintegrasikan ke dalam kelas. Yang pertama melibatkan alat digital.

“Dengan SMART Board atau komputer tablet, anak-anak dapat membuat animasi untuk menjelaskan bagaimana hujan, letusan, atau kejadian alami lainnya terjadi pada teman-teman mereka,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa aspek seni dalam STEAM membuat pembelajaran jauh lebih mudah diakses dan menarik. “Lukisan, musik, bercerita, atau kegiatan artistik lainnya adalah alat pembelajaran yang efektif, dan seni berkaitan dengan sisi soft-skills yang bisa dikembangkan,” beber Ahlam.

Berdasarkan kurikulum yang ditawarkan, Sampoerna Academy memenuhi syarat sebagai lembaga pendidikan STEAM. Menurut Ahlam, kurikulum STEAM dikembangkan bersama dengan lembaga-lembaga internasional terkemuka dan guru mereka disertifikasi dalam penyampaiannya.

“Sebagai bukti kuat keberhasilan pendidikan STEAM, banyak Lulusan Sampoerna Academy telah diterima di universitas ternama di AS di jurusan yang terkait dengan STEAM,” ungkap dia.

Saat ini, Sampoerna Academy adalah salah satu sekolah dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dengan kampus-kampus di Jakarta, Sentul, BSD, Medan, dan Surabaya.

Dengan pendidikan yang fokus pada STEAM dan filosofi yang memandu siswa untuk menjadi pembelajar seumur hidup, Sampoerna Academy memastikan bahwa para lulusannya terbentuk menjadi pribadi yang unggul dan berhasil dalam pendidikan tinggi dan kehidupan mereka di luar sekolah.

“Sebagai tambahan, Sekolah Sampoerna Academy Surabaya akan memulai tahun pelajaran 2019/2020 di bulan Juli 2019 ini, silakan hubungi marketing officer kami untuk informasi dan juga pendaftaran di nomor 0858-5917-6832,” tutup dia.