M Nasir Ingin Politeknik di Indonesia Seperti di Jerman dan Swiss

JawaPos.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) mendorong politeknik di Indonesia untuk berkolaborasi langsung dengan industri yang terdekat. Di Indonesia sendiri, baru ada dua politeknik yang menjalin kolaborasi dengan industri.

“Yang sudah bekerja sama dengan industri dengan baik, satu adalah Politeknik Negeri Batam, yaitu (dengan) aircraft maintenance sebagai pusat perbaikan pesawat terbang, dan Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang dalam hal ini bekerja sama dengan PT INKA,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (10/1).

Dia meyakini PNM akan mampu berkolaborasi dengan baik dengan PT INKA untuk menghasilkan sumber daya manusia terampil dan berdaya saing di bidang perkeretapaian. “Ini kalau terwujud, bayangan saya adalah, inilah politeknik seperti yang ada di Jerman, Swiss, maupun negara-negara maju lainnya. Kalau ini berhasil, jadi embrio bagi politeknik lain,” tutur dia.

Dalam rangka menjadikan PNM sebagai politeknik spesialis perkeretaapian di Indonesia sekaligus mendukung inovasi pada PT Industri Kereta Api (INKA),

Kemenristekdikti kini merancang pengadaan laboratorium dan software untuk dihibahkan kepada PT INKA yang nantinya dapat digunakan juga oleh mahasiswa PNM.

“Kami akan alokasikan dalam kaitan revitalisasi vokasi untuk laboratotium. Laboratorium ini alat uji yang layak digunakan untuk kereta api, yang tahu PT INKA. Oleh karena itu untuk Politeknik (Negeri Madiun), kalau kita, ingin mengajukan lab bogie, lab propulsi. Ini akan jadi sangat penting untuk kita kembangkan,” paparnya.

Nasir meminta PT INKA untuk menghitung jumlah anggaran yang diperlukan untuk pengadaan yang diperlukan dengan syarat PNM dapat menggunakan laboratorium dan software tersebut secara bersama atau coworking dengan dosen dan mahasiswa PNM.

Co-working ini penting sehingga ini laboratorium yang langsung digunakan mahasiswa bersama PT INKA. PT INKA yang tahu penggunaannya dan cara mengoperasikannya,” pungkasnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Yesika Dinta