Ma’ruf Amin: Travel Haji dan Umrah Belum Satupun Bersertifikasi Halal

JawaPos.com – Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin mendorong agar penyedia jasa perjalanan haji dan umrah melakukan sertifikasi halal. Menurutnya, hingga saat ini belum ada travel yang mengantongi sertifikasi itu. 

Hal itu disampaikan saat Ma’ruf menjadi panelis dalam acara ‘Milad ke-15 dan Seminar Nasional Manajemen Bisnis Syariah Pada Travel Haji dan Umrah’, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (6/3). Dia lantas membedakan bisnis travel dengan perbankan.

“Kalau bank, banyak yang sudah kita beri sertifikasi. Pariwisata bahkan asuransi, pasar modal juga ada. Kemudian juga hotel tetapi travel haji dan umrah itu belum satupun yang kita berikan sertifikasi,” kata Ma’ruf.

Sertifikasi itu dianggap penting. Sebab, bisa memberikan garansi halal atau tidaknya sebuah produk. “Saya tidak mengatakan travel haji tidak sesuai syariah. Tapi belum ada satupun travel haji yang punya sertifikat syariah dari Dewan Syariah Nasional,” tambah Ma’ruf.

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menuturkan, Dewan Syariah Nasional pernah mengeluarkan sertifikasi halal terhadap salah satu travel haji dan umrah. Namun, izin tersebut kemudian dicabut karena sering terjadi penyimpangan.

Sertifikasi halal sendiri dianggap penting bagi travel umrah dan haji. Sebab, ada tanggungjawab yang harus dipikulnya. Yaitu berupa aspek kesesuaian ibadah, dan pengelolaan bisnis yang sesuai syariah. 

“Jadi kalau aspek ibadah juga harus sertifikasi. Pembimbing sudah bersertifikat belum. Bahwa dia capable untuk memimpin jamaah haji,” tegasnya.

Cawapres pendamping Joko Widodo itu juga berharap, ke depan, travel haji dan umrah bisa mendapatkan sertifikasi halal dari Dewan Syariah Nasional. Apalagi, saat ini banyak sekali travel haji dan umrah yang berkembang di Indonesia. 

“Sekarang ini travel kita banyak sekali. Ada 1.000 lebih. Tapi kalau kesesuaian syariatnya, Kementerian Agama tidak punya kompetensi untuk itu. Kompentensinya ada pada Dewan Syariat Nasional. Itu juga kesesuaian ibadahnya ada di Majelis Ulama. Ini yang harus dibenahi dalam travel haji,” tandas Ma’ruf. 

Editor           : Dhimas Ginanjar
Reporter      : Sabik Aji Taufan