Masa Tanggap Darurat Longsor Sukabumi Ditetapkan Selama Tujuh Hari

JawaPos.com – Sesuai dengan intruksi Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masa tanggap darurat bencana longsor ditetapkan selama tujuh hari, yaitu 31 Desember 2018-6 Januari 2019.

Kepala Pusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dalam tujuh hari masa tanggap darurat itu, fokus pertama yang dilakukan adalah evakuasi pencarian dan penyelamatan korban.

Selain itu, penanganan bagi korban luka dan penanganan pengungsi juga diutamakan. Menurutnya, pemerintah juga memperhatikan warga yang terdampak, rencananya akan dicarikan tempat aman untuk relokasi.

“Masyarakat yang rumahnya rusak hampir sebagian besar tinggal di rumah kerabatnya, satu juga memerlukan bantuan dan rencana. Nantinya mereka akan direlokasi atau rumah tidak akan kembali dibangun di sini. Tetapi akan dicarikan tempat yang lebih aman,” ujar Sutopo saat ditemui di kantornya, Rabu (2/1).

Untuk penanganan evakuasi, saat ini telah diturunkan 892 personel gabungan, baik dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan SKPD. Tiga alat berat serta dua anjing pelacak juga diserahkan untuk membantu dalam proses pencarian.

Sementara itu, ada kebutuhan-kebutuhan mendesak antara lain alat-alat evakuasi, cangkul, skop, sarung tangan latex, alat komunikasi, personel dan relawan, serta dapur umum.

“Kendalanya akses jalan sangat sulit, jadi terpaksa harus parkir kemudian menyambung dengan sepeda motor kemudian juga jalan kaki, hujan masih turun, tanah labil rawan longsor,” terang dia.

Berdasarkan data BNPB hari ini, Rabu (2/1) pukul 13.30, 15 korban dinyatakan meninggal dunia. Selain korban jiwa, 63 orang ditemukan selamat, 3 orang luka-luka, serta 20 orang masih dalam pencarian. Sebanyak 11 jenazah sudah berhasil teridentifikasi.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : (yes/JPC)