Masalah Ketenagakerjaan Kian Kompleks, dari Honor sampai Pengangguran

JawaPos.com – Persoalan seputar ketenagakerjaan sangat kompleks. Terlebih jika berbicara seputar penanganan kasus mereka yang mengadu nasib di luar negeri. Mulai dari soal legalitas dokumen, penganiayaan, hingga tersangkut masalah hukum lainnya.

Pun dengan tenaga yang bekerja di dalam negeri. Persoalan honor dan status pekerjaan menjadi persoalan yang tak kunjung rampung.
Maka dari itu, pemerintah wajib memiliki visi besar dalam mengelola para pekerja.

Hal tersebut diungkapkan Penlitik Kebijakan Publik dan Migran, Kurniasih Mufidayanti. Kurniasih lantas mencontohkan persoalan guru honorer. Dia mengaku prihatin masih banyak dari mereka yang berpenghasilan minim.

“Termasuk guru-guru PAUD, penghasilannya sangat kecil,” kata Kurniasi di Jakarta, Rabu (27/3).

Dia lantas mengkritisi permasalahan lulusan SMK dan SMA yang masih banyak yang menganggur dan tidak mempunyai pendapatan. Padahal lulusan SMK dipersiapkan sebagai pekerja pasca lulus dari sekolahnya.

“Saya sudah meneliti lulusan SMK, dan banyak persoalan. Dan itu banyak pengangguran, namun sebenarnya SMK disiapkan untuk kerja, dan saya sampai datang ke beberapa hotel, dan mereka tidak mau pakai. Karena mereka harus keluar biaya lagi untuk training mereka,” beber perempuan berhijab itu.

Karenanya, harus adanya visi besar bagaimana mengelolah manpower dalam pengelolahan tenaga kerja di Indonesia. Mulai dari pekerja industri ketenagakerjaan dan juga pembenahan pendidikan baik dari SD hingga perguruan tinggi.

“Indonesia perlu brand dan visi besar seperti negara-negara yang sukses dalam mengelolah tenaga kerja. Saya telah riset ke Qatar, dan mereka fokus dalam SDM dan pengembangan kompetensinya diberikan beasiswa. Dan mereka setelah pendidikan mereka harus membangun negaranya,” terang dosen bidang kebijakan publik ini.

Dijelaskan Kurniasih, yang juga pendidik dan juga konsultan tersebut, kita harus memenuhi kebutuhan dari pekerja dan diperhatikan hak-hak dari pekerja.

“Jadi kita punya banyak variable, dan kita tingkatkan. Sebenarnya Prabowo -Sandi sudah konsen hal itu dan mereka sudah program aksi untuk hak pekerja dan meningkatkan kualitas pekerja,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan alasannya maju sebagai caleg DPR dari PKS. Yakni ingin berkontribusi lebih dalam hal pembangunan kualitas SDM.

“Partai yang memberikan amanat. Saya akan fokus masalah ketenagakerjaan dan pendidikan,” jelas dia.

“Kita punya rumah singgah di Tangerang Selatan, dan itu rumah singgah untuk buruh migran. Kita punya program advokasi pekerja migran, bukan persoalan sendiri termasuk pekerja migran yang illegal. Dan purna migran, dan kita ada program pendampingan bagi pekerja migran yang ingin bekerja. Kita Sudah jalankan program itu sebelum pemilu,” pungkasnya

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta