Menteri PANRB kepada Mahasiswa IPDN: Kerja Bukan Sekadar Kejar Angka

JawaPos.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengingatkan agar mindset aparatur negara harus diubah. Mereka harus berjuang demi kehidupan untuk peradaban yang lebih baik.

“Bekerja bukan lagi sekedar untuk menang, bukan untuk mendapatkan nilai, bukan untuk penghargaan, atau bukan untuk predikat prestasi dalam bentuk angka,” ujarnya saat memberikan kuliah umum bertajuk ‘Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Modern, dan Melayani’ di hadapan Praja Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (26/3).

Mantan Wakapolri itu meminta ASN harus mampu beradaptasi, menjadi leader, dan membawa perubahan fundamental untuk organisasinya. Tujuannya, agar mampu menggerakkan reformasi birokrasi untuk berjalannya pemerintahan yang lebih baik.

Dia pun mengingatkan praja IPDN agar selalu memperbarui informasi mengenai isu-isu strategis dunia dan kemana arah pemerintahan Indonesia bergerak.

“Pemerintah telah menetapkan tiga sasaran utama reformasi birokrasi. Pertama, pemerintahan yang bersih, akuntabel dan berkinerja tinggi; kedua, pemerintah yang efektif dan efisien; serta ketiga, pelayanan publik yang baik dan berkualitas,” papar Syafruddin.

Saat ini, Indonesia telah berhasil meningkatkan daya saing bangsa, pada 2017, melonjak dari peringkat ke-40 menjadi ke-36. Skor indeks kemudahan berusaha juga meningkat dari 66,47 menjadi 67,96 pada 2018.

Sementara itu, indeks persepsi korupsi dijaga stabil dengan skor 37 pada 2017. Indeks efektivitas pemerintahan naik 17 level dari peringkat 103 ke peringkat 18 dari 2015 hingga 2017.

Kemajuan reformasi birokrasi, yang diukur melalui survei penentuan indeks persepsi pelayanan publik dan indeks persepsi anti korupsi, juga semakin baik. Hasilnya, persepsi publik terhadap postur pelayanan dan anti korupsi terjadi kenaikan di semua level pemerintahan.

“Ini adalah momentum yang baik, menandakan kepercayaan, kepuasan dan legitimasi publik terhadap pemerintahan di alam demokrasi,” cetus Syafruddin.

“Sumber kepercayaan diri pemerintah dalam menjalankan program pembangunan nasional. Capaian tersebut diraih, melalui perubahan strategi penting dalam tata kelola negara,” pungkas dia.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta