Mobilitas Penduduk Bergeser dari Permanen ke Temporer

JawaPos.com – Pusat Penelitian Kependududkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memaparkan hasil penelitian mobilitas penduduk. Mereka menilai, mobilitas penduduk internal atau di dalam negeri kurang mendapatkan perhatian pemerintah. Padahal fenomena mobilitas penduduk semakin dinamis.

Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Mita Noveria menuturkan, salah satu fenomena mobilitas penduduk saat ini adalah adanya pergeseran pola. “Terjadi perubahan pola mobilitas penduduk dari permanen ke temporer. Serta perubahan volume dan intensitas,” kata dia di kantor LIPI Jakarta Rabu (12/26).

Dia mengungkapkan bahwa jumlah penduduk usia produktif juga memicu terjadinya mobilitas. Menurut Mita, tahun ini usia produktif di Indonesia mencapai 67,6 persen dari total populasi. Angka ini naik dibandingkan dengan periode 2010 yang tercatat hanya 66,1 persen.

Mita lantas mengatakan sejumlah indikasi terjadinya perubahan dari mobilitas permanen ke temporer. Di antaranya adalah mobilitas penduduk wira-wiri. Mobilitas yang dilakukan seseorang secara berulang dalam waktu pendek.

Menurutnya kegiatan mobilitas penduduk tersebut didominasi faktor ekonomi. Yakni untuk bekerja. Menurut Mita dengan semakin banyaknya populasi penduduk usia produktif, mobilitas penduduk bakal semakin gencar.

Apalagi di banyak daerah, sentra ekonomi atau pusat lapangan pekerjaan semakin terbatas. Sehingga banyak masyarakat melakukan mobilitas ke kota karena terbuka luas lapangan pekerjaan.

Mita menegaskan mobilitas penduduk tidak bisa dibendung atau distop layaknya air pancuran yang mengalir. Baginya mobilitas penduduk semacam air mengalir di sungai.

Dia berharap pemerintah terus membuka pusat-pusat ekonomi baru, khususnya di daerah perbatasan atau pinggiran. Sehingga semakin banyak pilihan untuk melakukan mobilitas pendudukan.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : (wan/JPC)