Napak Tilas BMKG: Lembaga Pengamatan Cuaca Warisan Belanda

JawaPos.com – Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada tahun 1841 diawali dengan pengamatan yang dilakukan secara perorangan oleh Dr. Onnen, Kepala Rumah Sakit di Bogor. Tahun demi tahun kegiatannya berkembang sesuai dengan semakin diperlukannya data hasil pengamatan cuaca dan geofisika.

Pada tahun 1866, kegiatan pengamatan perorangan tersebut oleh Pemerintah Hindia Belanda diresmikan menjadi instansi pemerintah dengan nama Magnetisch en Meteorologisch Observatorium atau Observatorium Magnetik dan Meteorologi dipimpin oleh Dr. Bergsma.

Pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 sampai dengan 1945, nama instansi meteorologi dan geofisika diganti menjadi Kisho Kauso Kusho.

Pasca Kemerdekaan, pada 21 Juli 1947 berdirilah Jawatan Meteorologi dan Geofisika, lalu tahun 2008 barulah ditetapkan menjadi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Meskipun nama BMKG baru diresmikan pada tahun 2008, namun tanggal 21 Juli 1947 ditetapkan menjadi Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nasional.

“Di hari jadinya yang ke 72 tahun ini BMKG telah melakukan banyak inovasi dan mengukir prestasi. Saat ini BMKG yang dipimpin oleh Dwikorita Karnawati tengah melakukan pengembangan inovasi-inovasi di bidang pelayanan melalui teknologi informasi lompatan 4.0 dan digitalisasi otomatisasi peralatan dengan didukung SDM yang handal”, tutur Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG, Akhmad Taufan Maulana melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu (1/2).

Taufan menjelaskan Inovasi tersebut sudah mecakup banyak aspek. Yang teranyar adalah National Digital Forecast.

Program tersebut diluncurkan pada 2018 dan memiliki beberapa produk. Seperti produk cuaca event khusus Jakarta-Palembang pada Asian Games 2018, Peta Iklim (Hari Tanpa Hujan, Prakiraan dan Analisis Hujan Bulanan), Informasi Titik Panas (GeoHotsp), Informasi cuaca dengan jangkauan daerah prakiraan cuaca pada setiap kecamatan

“Termasuk peningkatan waktu prakiraan dari 3 hari menjadi 7 hari ke depan dengan jangka waktu prakiraan setiap 3 jam dari sebelumnya setiap 6 jam,” papar Taufan.

Taufan menambahkan semua produk layanan BMKG tertuang pada sebuah aplikasi.

“Anda bisa unduh @infoBMKG secara gratis di Google Play serta Apple Store. Di aplikasi tersebut kami sajikan data terbaru setiap saat”, tutup Taufan.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta