Obat ARV untuk Pasien HIV Gagal Lelang, Ini Kata Kemenkes

JawaPos.com – Pengadaan obat Antiretroviral (ARV) untuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA) gagal lelang sejak 2018. Namun demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan stok obat masih aman.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati menegaskan, ARF jenis Fixed Dose Combination (FDC) itu bisa tercukupi sesuai kebutuhan pasien selama 2019. Dia pun meminta para ODHA agar tetap tenang.

“Lelang pengadaan obat ARV memang gagal, tetapi untuk ketersediaan obat tidak perlu khawatir, karena stok obat masih mencukupi,” ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Minggu (13/1).

Sebelumnya, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Engko Sosialine Magdalene meyakini hal yang sama. Menurutnya, penggunaan dosis lepasan masih bisa dijadikan alternatif sebagai langkah antisipasi lonjakan pasien.

Dia menuturkan, ketersediaan FDC masih cukup untuk empat bulan ke depan. Sementara pengadaan ARV melalui katalog sudah bisa dilakukan pada triwulan pertama tahun ini. Sehingga, ketersediaannya tidak menjadi masalah.

Adapun obat ARV merupakan fasilitas gratis yang disediakan oleh Pemerintah. Kandungan dalam obat ARV mampu menekan jumlah virus HIV/AIDS di dalam darah sehingga kekebalan tubuhnya (CD4) tetap terjaga.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta