Pakar: 30 Tahun Lalu Tak Ada Gempa Lebih dari 7 SR di Indonesia

JawaPos.com – Pakar gempa bumi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano menyebut pola dan perilaku gempa bumi di Indonesia berubah, setidaknya dalam 30 tahun terakhir. Sebagaimana diketahui, beberapa kali gempa besar menerjang Indonesia pada 2018.

Dimulai saat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu, Sulawesi Tengah. Keduanya menunjukkan contoh perubahan pola dan perilaku gempa lantaran kekuatannya mencapai di atas 7 Skala Richter (SR).

“Dari Lombok dan Palu, kita belajar bahwa kita mempunyai gempa lebih dari 7 SR. Sebelumnya, 30 tahun lalu belum pernah sama sekali. Oleh sebab itu, mitigasi harus beradaptasi akan perubahan-perubahan itu,” ujar Irwan dalam acara yang digelar oleh Disaster Management Institute Of Indonesia (DMII) Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Jakarta, Kamis (31/1).

DMII ACT menggelar acara Disaster Outlook 2019 yang merupakan sebuah forum diskusi membahas kemungkinan bencana yang akan terjadi di indonesia. Forum tersebut merupakan upaya membangun ketangguhan pengelola kawasan industri, pelaku usaha dalam menghadapi potensi adanya bencana alam.

Potensi-potensi bencana itu rutin menerjang dan berulang setiap tahunnya, seperti potensi banjir, kebakaran, gunung meletus hingga gempa bumi dan tsunami. Direktur DMII ACT Wahyu Novyan menjelaskan, forum membahas berbagai macam tema tentang kebencanaan.

“Mulai dari potensi bencana dan upaya untuk melakukan mitigasi,” katanya pada kesempatan yang sama.

Lebih lanjut, dia menjabarkan, panel-panel akan mengulas potensi bencana dan upaya mitigasi di 87 lokasi kawasan industri yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Kemudian, potensi bencana geologi pada 2019 di seluruh Indonesia. Selain itu, dibahas pula upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko jatuhnya korban dan kerugian material.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Yesika Dinta