Pasien Harus Cari RS Lain, BPJS Antisipasi Antrean Membeludak

JawaPos.com – Sejumlah rumah sakit di Indonesia berhenti kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Akibatnya, pasien peserta BPJS Kesehatan yang sudah terlanjur datang untuk berobat ke rumah sakit harus kecewa. Pasien harus mencari rumah sakit lain yang masih bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Seluruh rumah sakit saat ini wajib mengantongi sertifikasi akreditasi sebagai syarat kerja sama dengan BPJS. Rumah sakit yang belum memilikinya, diminta untuk memenuhi persyaratan tersebut. Maka dari itu, penghentian kerja sama ini membuat pasien kebingungan.

“Pasien bisa dilayani oleh RS lain yang bekerja sama dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf kepada JawaPos.com, Rabu malam (2/1).

Iqbal menegaskan, BPJS Kesehatan akan mengantisipasi jika ada pasien yang membeludak di rumah sakit tertentu akibat limpahan dari rumah sakit sebelumnya lantaran sudah tak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sehingga pasien bisa mendapatkan pelayanan dengan optimal.

“(Antrean) itu yang mesti diantisipasi. Tentu menjadi perhatian wilayah mana saja yang harus menjadi perhatian supaya tidak terjadi tumpukan antrean,” kata Iqbal.

Aturan wajib sertifikasi akreditasi dikhususkan untuk rumah sakit atau fasilitas kesehatan (faskes) lanjutan. Sedangkan Faskes I seperti puskesmas dan klinik yang bekerja sama dengan BPJS tak ada kendala.

“Faskes I, aman,” kata Iqbal.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : (ika/ce1/JPC)