Penerima Zakat Baznas Tembus 8 Juta Jiwa, Database Mustahik Diperkuat  

JawaPos.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memperbaiki sistem basis data (database) mereka. Sebab jumlah penerima zakat atau mustahik cukup banyak. Untuk Baznas pusat mencapai 800 ribu orang. Sedangkan Baznas dan lembaga amil zakat (LAZ) secara nasional mencapai delapan juta jiwa.

Direktur Operasi Baznas Wahyu T.T. Kuncahyo menuturkan usia Baznas sudah mencapai 18 tahun. Namun selama ini pengelolaan database-nya perlu dikembangkan. Akhirnya diluncurkan sistem pengelolaan database yang berbasis digital atau online.

’’Sekarang lebih ada transparansi, akuntabilitas, dan lainnya,’’ kata Wahyu saat peluncuran Sistem Database Mustahik Nasional di Jakarta Jumat (12/4) sore. Dia mengatakan tunutan saat ini database di Baznas harus berbasis digital.

Sementara itu terkait dengan Baznas yang di daerah, akan memiliki basis data tersendiri. Sehingga mereka bisa berfokus dalam mengelola atau menyalurkan zakat yang sudah dihimpun. Jika data mustahik atau orang penerima zakat antara Banzas pusat dan daerah digabung menjadi satu, dikhawatirkan terjadi ’’kanibalisme’’.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan sistem basis data digital tersebut bakal dimantaan dalam beberapa bagian utama Baznas. Yakni untuk pengelolaan zakat, tata kelola untuk menjamin transparansi, serta kemudian menunaikan dan menyalurkan zakat.

Dengan pemanfaatan basis data itu, Baznas berharap penyaluran zakat bisa lebih menyebar luas dan tepat sasaran. Database mustahik yang dikembangkan Baznas ini berbasis nomor induk kependudukan (NIK) yang disingkronkan dengan data kemiskinan Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Hilmi Setiawan