Pengembangan SDM jadi Prioritas, Presiden Perbanyak Beasiswa Bidikmisi

JawaPos.com – Pemerintah akan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia pada 2019. Untuk itu, alokasi anggaran untuk pendidikan tinggi akan ditingkatkan, termasuk kuota bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, kenaikan kuota Bidikmisi merupakan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak lagi berprioritas kepada pembangunan infrastruktur.

“Ini perintah dari Presiden, supaya kalau bisa Bidikmisi dinaikkan 50 persen. Prioritas pembangunan akan digeser dari infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (3/11).

Pada 2018, kuota nasional Bidikmisi mencapai 85 ribu mahasiswa. Tahun ini, anggaran Bidikmisi akan ditingkatkan agar penerimanya bisa mencapai 130 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia.

Nasir pun mengungkapkan kiat berkompetisi di era Revolusi Industri 4.0 kepada mahasiswa Bidikmisi. Menurutnya, mahasiswa perlu membuat visi hidup dan target yang akan dicapai paling tidak 10 tahun ke depan.

“Anda buat curriculum vitae (yang menjelaskan) 20 tahun lagi akan menjadi apa. Nanti dikawal untuk mencapai tujuan itu. Saya yakin Anda pasti bisa,” paparnya.

Mahasiswa juga diminta mulai menguasai literasi baru di era Revolusi Industri 4.0 agar memiliki daya saing tinggi, yakni literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Adapun beasiswa Bidikmisi telah diakui sangat bermanfaat. Beasiswa itu dinilai dapat memotong mata rantai kemiskinan karena anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dan mewujudkan kehidupan lebih baik.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : (yes/JPC)