Pengidap Hiperseks yang Mau Sembuh Silakan Datang ke Klinik Ini

JawaPos.com – Hasrat seksual berlebihan atau biasa disebut hyperseksual (hiperseks), menjadi salah satu persoalan yang disorot Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Untuk menanggulangi itu Menkes mendirikan pusat layanan rehabilitasinya.

“Langkah kami ini promotif dan preventif. Jadi kami bangun klinik rehabilitasi pornografi sebagai salah satu pemicu hyperseksual, karena salah satu kemungkinan terjadi kekerasan seksual karena pornografi,” ujar Sekretaris Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Eni Gustina saat ditemui di kantor KemenPPPA, Jakarta Pusat, Jumat (22/2).

Eni juga menyebutkan, sebaran klinik rehabilitasi hiperseks itu terdapat di Rumah Sakit Jiwa dan pusat rehabilitasi narkoba. Di tempat tersebut, orang-orang yang memiliki hasrat seksual berlebihan akan dibina.

“Kita sediakan rehabilitasi di RSJ dan perilaku hyper seksual aktif akan diturunkan libidonya (di sana),” katanya.

Adapun hasil survei pengalaman hidup perempuan di Indoneisa pada 2016 menunjukan bahwa 1 dari 3 perempuan usia 15-64 tahun mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan dan selain pasangan.

Sementara itu, survei Kemenkes pada 2017 mencatat 94 persen remaja Indonesia terpapar pornografi, atau 1.411 siswa kelas 7 dan kelas 10 pernah mengakses situs pornografi, dengan sampel 16 SMP dan SMA di Jakarta Selatan dan Pandeglang.

Kemudian, berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) tercatat 7.275 kasus kekerasan seksual terjadi sepanjang 2018.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Yesika Dinta