Penyuluh Pertanian Girang, Pemerintah Siap Angkat Ribuan THL-TBPP

JawaPos.com – Tenaga Harian Lepas dan Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah
memperhatian nasib mereka. Di bawah kepemimpinan Jokowi, THL-TBPP merasakan adanya keberpihakan pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua THL-TBPP, Gunadi saat mengomentari acara silaturahmi ribuan rekan sejawatnya dengan Jokowi di GOR Jati
Diri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2).

“Mereka menilai, Pak Jokowi sangat merakyat dan sangat dekat dengan kalangan penyuluh maupun petaninya secara langsung,” ujar dia
melalui siaran tertulisnya kepada JawaPos.com, Selasa (5/2).

Gunadi mengatakan, selama ini Jokowi dan Kementerian Pertanian (Kementan) terus menjaga kedaulatan pangan melalui berbagai programnya.
Seperti perluasan lahan serta berbagai sarana dan prasarana dalam meningkatkan jumlah produksi.

“Temen-temen penyuluh juga memberi banyak applaus karena menganggap Pak Jokowi adalah Presiden yang sangat dekat sekali dengan para
Penyuluh di seluruh Indonesia,” katanya.

Diceritakan Gunadi, dalam pertemuan pekan kemarin, terlihat antusiasme dan kecintaan penyuluh terhadap Presiden Jokowi. Beberapa kali
pidato presiden terhenti saat peserta memberikan applaus dan standing applaus. Juga pada sesi tanya jawab, perwakilan penyuluh dari
Purbalingga dan Brebes berinteraksi sangat akrab dengan Presiden dan menyampaikan unek-unek mereka.

Menurut Gunadi, sejak 2007 para penyuluh sudah mengemban tugas untuk menjaga kedaulatan pangan. Tugas utamanya adalah mendampingi
petani dalam melakukan budidaya, pengendalian hama dan penyakit serta penangan pasca panen sampai pemasaran hasil.

“Jadi intinya THL-TBPP adalah wakil pemerintah yang hadir di tengah-tengah petani untuk mendorong mereka memiliki jiwa kepemimpinan,
kewirausahaan dan kemampuan managerial petani,” beber dia.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo sejak menjadi pemimpin negara telah mengangkat  6.058 THL-TBPP usia dibawah 35
tahun menjadi Penyuluh Pertanian PNS, meskipun pemerintah sebelumnya memberlakukan moratorium.

Presiden Jokowi juga berencana mengangkat 17.000 penyuluh THL TBPP dan Tenaga Teknis Pertanian lainnya menjadi ASN yang akan dimulai
pada awal bulan Februari tahun 2019.

“Buat kami (penyuluh) Bapak Jokowi adalah satu, Bapak Jokowi adalah presidenku, Bapak Jokowi memang tiada duanya,” katanya.

Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Nasional THL-TBPP, Baihaqi mengajak seluruh penyuluh pertanian untuk bersatu mewujudkan
kedaulatan pangan Indonesia. Termasuk melanjutkan swasembada pangan nasional yang selama ini sudah dicapai Kementerian Pertanian.

“Kita juga harus menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian Indonesia.
Terlebih kita wajib mengembangkan kreativitas dan inovasi teknologi pertanian untuk meningkatkan daya saing,” pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Yesika Dinta