Perekaman Biometrik Haji Dimulai Hari Ini, Satu CJH Hanya 10 Menit

JawaPos.com – Perekaman biometrik calon jamaah haji (CJH) Indonesia resmi dimulai hari ini (11/3). CJH yang telah mengantongi dokumen bukti pengurusan visa bisa datang ke lokasi-lokasi perekaman yang tersebar di 31 provinsi se-Indonesia.

Kepala Biro Humas Kemenag Mastuki mengungkapkan, jika tidak ada kendala teknis seperti gangguan sambungan internet dan peralatan, seharusnya perekaman data bisa berlangsung paling tidak 5 hingga 10 menit per CJH. “Kalau lebih cepat, lebih banyak CJH yang terlayani,” kata Mastuki kepada Jawa Pos kemarin (10/3).

CJH yang ingin melakukan perekaman, menurut Mastuki, cukup membawa dokumen yang menjadi bukti pengurusan visa. Dokumen yang dibutuhkan, papar Mastuki, sudah disosialisasikan kepada CJH melalui ketua KBIH.

Perekaman Biometrik Haji Dimulai Hari Ini, Satu CJH Hanya 10 MenitCJH yang berangkat pada 2018 lalu. (Abe Bandoe/Fajar/Jawa Pos Group)

Perekaman dilakukan secara bebas. Tidak mengikuti nomor kloter atau urutan data CJH di embarkasi tertentu. Mastuki menjelaskan, CJH dari kloter berapa pun bisa datang kapan saja dan akan langsung dilayani. “Kalau dulu, kan perekaman di embarkasi atau debarkasi. Jadi, berurutan sesuai kloter. Sekarang bebas, yang datang ya dilayani,” jelasnya.

Perekaman biometrik akan berlangsung layaknya perekaman e-KTP. Data yang diambil, antara lain, rekam sidik 10 jari dan pemindaian retina mata.

Saat ini tersedia 31 titik perekaman di Indonesia. Namun, menurut Mastuki, pihak Visa Facilitation Services (VFS) Tasheel sudah melakukan penambahan di beberapa daerah dengan kepadatan CJH tinggi. “Penambahan sesuai kepadatan CJH,” jelas dia.

Beberapa provinsi memang belum memiliki tempat perekaman. Antara lain, Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Utara. Kemenag sampai saat ini masih memikirkan opsi terbaik untuk beberapa daerah itu. Mastuki menegaskan, perekaman biometrik untuk CJH di provinsi-provinsi tersebut tidak bisa dilakukan hari ini. Kemenag belum menentukan kapan perekaman bisa dilakukan. Sejauh ini, opsi yang dimiliki adalah menggunakan perekaman berjalan (mobile). “Besok, insya Allah, mudah-mudahan sudah ada solusi,” katanya. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (tau/c11/oni)