Perkenalkan Dubes Arab Saudi, Ketum PBNU Bahas Reuni 212

JawaPos.com – Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia yang baru Yahya Al Qahthani berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/1). Yahya disebut sudah definitif menggantikan Osama bin Mohammed Abdullah Al Suaibi.

“Yahya Al Qahthani dari suku yang paling terkenal, menjadi Dubes Saudi Arabia di Indonesia yang baru menggantikan Syekh Osama,” ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dalam pertemuan itu.

Dia mengakui persoalan Reuni 212 dan pembakaran bendera tauhid menjadi latar belakang penggantian Dubes Arab Saudi. Pernyataan Osama saat itu menyinggung PBNU.

“Kemarin ketika (Osama) mengomentari Reuni 212 katanya itu reaksi pembakaran bendera oleh oknum organiasi sesat itu, kita atas nama PBNU tersinggung. Beliau (Osama) ditarik dan diganti dengan yang lebih jenius, cerdas berpolitik, diplomat ulung,” tegasnya.

Said Aqil menambahkan, kedatangan Yahya bertujuan memperjelas bahwa hubungan kedua negara sudah membaik pascapolemik yang terjadi sebelumnya.

“Datang kemari untuk mempebaharui, mempertegas, bahwa hubungan antara Nahdlatul Ulama dengan masyarakat Saudi Arabia sejak dulu, sekarang, dan Insya Allah seterusnya akan selalu baik,” tutur dia.

Sementara itu, Yahya Al Qahthani mengatakan, dirinya ingin memperkuat ikatan persaudaraan antara pemerintah dan masyarakat Arab Saudi dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia. Dia menyebut adanya ikatan spiritual yang besar antara kedua negara.

“Ini pertama kali kunjungan, nanti akan diikuti dengan pertemuan lain yang membawa manfaat bagi kedua belah pihak,” kata Yahya.

Ketika ditanya terkait apa yang terjadi dengan Osama, Yahya menolak menjawab. Dia pun meminta agar awak media bertanya hal lain terkait kerja sama antara Arab Saudi dengan Indonesia

Editor      : Imam Solehudin
Reporter : (yes/JPC)